Dear · sejarah · Ukhuwwah

6 Juni

ukhuwah
pict from google

Suatu hari, di acara jamuan makan malam di kediaman Mr. Sartono, di Jatinegara. Berkumpul para sahabat Bung Karno, sekaligus sedikit perayaan atas kembalinya Bung Karno dari tempat pembuangan di Bengkulu.

Disana berkumpul Bung Hatta, para sahabat dan handai taulan. Terlebih ada Ny. Rachim beserta anaknya, Rahmi (17th), ramah tamah berjalan santai. Sampai usai, tak ada yang spesial, kecuali Bung Karno menatap lekat hadirin yang datang. Acara selesai.

Beberapa hari kemudian Bung Karno, datang ke rumah keluarga besar Ny. Rachim dan bertanya tiba-tiba, “Siapa wanita paling cantik di Bandung?”. Agak terkejut, Ny. Rachim menyebutkan satu persatu nama wanita cantik yang dikenalnya.

Waktu berlalu. Kemerdekaan diraih. Bung Karno datang kembali ke Bandung, berkunjung ke rumah Ny. Rachim. Saat itu malam hari. “Begini,” kata Bung Karno, “Saya mau melamar.” “Melamar siapa?” Tanya Ny. Rachim. “Rahmi”, jawab Bung Karno. “Untuk sahabat saya Hatta”

Ah, Soekarno – Hatta. Entah jenis persahabatan apa yang diperagakan para founding father kita. Debat, saling serang argumen, ketidaksetujuan, memenuhi hari-hari Soekarno dan Hatta. Tapi tak sekalipun menggeser persahabatan keduanya.

Dulu, di tahun 1956, Bung Hatta memutuskan untuk berhenti sebagai wakil Bung Karno, alasannya karena Bung Karno telah semakin otoriter. Mereka pun sering terlibat silang pendapat tajam. Tapi saat Bung Karno menjelang akhir hayat, dan dalam sebuah pertemuan terakhir, mereka berdua menangis, bergenggaman tangan, mengenang persahabatan panjang selama masa perjuangan.

Dan hari itu, di Bandung, Bung Karno rela datang malam hari ke rumah Ny. Rachim, demi memikirkan masa depan sahabatnya. Melamar Rahmi untuk Hatta.

Hatta pernah berjanji takkan menikah sebelum merdeka. Sejak saat itu Bung Karno mencatat dalam jiwanya masa depan sahabatnya, mempersiapkan pasangan untuk Hatta.

Bung Karno dan Bung Hatta adalah teladan persahabatan sejati. Bukan karena keduanya tak pernah bertikai, tetapi karena mereka tak pernah rela melepas tali persahabatan.

[“Teladan Indonesia – Persahabatan Abadi Soekarno – Hatta”, Leiden! karya Dea Tantyo.[

Surabaya, seratus tujuh belas tahun yang lalu. Dari pasangan Bapak Raden Soekami Sosrodiharjo dan Ibu Ida Ayu Nyoman Rai, lahirlah seorang bayi laki-laki yang bernama Koesno Sosrodiharjo.

Kelak, si Koesno Sosrodiharjo ini ditakdirkan Allah untuk menjadi perantara bagi kemerdekaan suatu bangsa yang telah dengan tabahnya mencicipi penjajahan selama lebih dari 3500 tahun lamanya. Yap, beliau lah sang Proklamator kebanggaan Indonesia :“))

Bekasi, dua puluh bla bla bla tahun yang lalu xP. Telah lahir seorang anak perempuan, anak kedua dari Ayah dan Ibu nya, serta menjadi adik perempuan bagi kakak laki-laki nya.

Kelak, si anak perempuan ini tumbuh mendewasa menjadi kebanggaan keluarganya :”)

dan menjadi salah satu sahabat terbaik yang Allaah takdirkan bagi beberapa orang di muka bumi ini, saya salah satunya alhamdulillaah :“)

jazaakillah khoiron ukhti :),
untuk pernah membuatku percaya bahwa aku tak sendiri, dan tidak pernah berjuang sendirian :”),

untuk rangkulan hangat, sapaan manis, dan genggaman tangan yang tak pernah lepas membersamai :“)

untuk yang terdepan mengingatkan ketika lalai, yang pertama hadir ketika sakit (ah, selalu bikin melting kalo inget ini, pas lagi sakit T_T), ketika tangan Ibu terlampau jauh untuk diraih, ada tangan anti yang dengan lembutnya membelai dan mengusap lembut tangan ini T__T.

untuk senantiasa mengingatkan, bahwa kite, walaupun di Solo, akhwat Jakarta, juga punya izzah dan iffah! :”), dan untuk merangkai mimpi bersama “besok, kalo kita balik ke jakarta, kita warnain jakarta sama warna kita ya ukh :)”

dan untuk semua doa, ucapan, perbuatan dan prasangka baik anti :“))

..persahabatan sejati bukan karena tak pernah bertikai, tapi karena tak pernah rela melepas tali persahabatan..

baarakaLlahu fii umrik ummah ‘Aliyah dan Ali :”))

semoga anti sekeluarga selalu juara sehatnya, juara semangatnya, dan full barokah dari Nya 🙂

aamiin.

uhibbukifillah :*

====

kenapa Soekarno?

karena anti selalu menjawab, “tanggal lahir ku sama kaya bung karno”.

:“)

Advertisements
Dear · Hikmah · mentoring · Meracacacau · Tarbiyah · Ukhuwwah · Uneguneg

Orang Indonesia kan begitu

duh dek,
orang Indonesia mana yang sudah tega menanamkan judge ini kepada anak belia spertimu yang bahkan negara saja belum menyatakanmu dewasa.

sedih.

yang bilang kalimat ini ga hanya omdo, nyatanya saat janjian berangkat bersama untuk rihlah pengurus Rohis, si Kaput Rohis ini adalah orang kedua yang datang beberapa puluh menit sebelum waktu kesepakatan :”).

siapa yang datang pertama?
ada si R, sang Ketua Rohis :”).

“R mah emang gitu kak orangnya, selalu datang ontime, eh before time :D”

maasyaaLlaah :”),

R ini, kalau mendengar penuturan langsung dari kakak alumni ikhwan, awalnya sama sekali ga tertarik untuk jadi ketua Rohis. R menolak untuk memegang amanah itu.

“tapi, pas R abis dilantik jadi ketua Rohis, R ngejapri ane, dia tanya ‘Kak, apa yang harus disiapkan untuk menjadi Ketua Rohis yang baik?'”.

Huwaaa tetiba langsung melted :”””).

R si ketua Rohis yang penampakannya paling sholih 😅, yang berusaha untuk selalu ontime, yang saat rihlah kemarin, seorang diri mencatat dibuku catatan saat sesi materi berlangsung, yang mengajukan pertanyaan terakhir kepada pemateri “Kak, kakak pernah ngerasa capek gak ngurusin dakwah?, boleh capek ga sih kak?”

:””),

AlhamduliLlaah,
AlhamduliLlaah,
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin,

karena si Kaput dan R adalah salah dua dari anak muda yang dimiliki Indonesia saat ini :”), mereka adalah calon generasi yang akan mewujudkan setiap asa dan doa baik untuk Indonesia di masa depan, insyaaLlaah :”).

sampai suatu hari nanti, yang akan terdengar adalah,

“oke kak, kita berangkat jam setengah 8. insyaaLlaah teman teman semuanya sudah hadir lengkap di stasiun jam setengah 8. kan, orang Indonesia begitu :”).

reblog · sejarah · Ukhuwwah

Innamal Aqshaa ‘Aqiidah

INNAMAL AQSHAA ‘AQIIDAH

oleh Fauzia Azzahra

Sesungguhnya Al Aqsha adalah aqidah. Begitu syiar yang dijunjung ratusan warga Timur Tengah ketika unjuk rasa bebaskan Al Aqsha dari tangan penjajah.

Sempat saya bertanya-tanya mengapa masyarakat Palestina menolak memasuki Masjid Al Aqsha melalui gerbang elektronik yang dipasang penjajah Israel. Bukankah yang terpenting adalah mendirikan sholat di dalamnya? Menghidupkan rumah Allah dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat? Dan sebagai muslim, tentu tidak mungkin masuk masjid dengan membawa logam atau senjata berbahaya, bukan?

Berikut catatan yang saya coba pahami dari tulisan Ketua Persatuan Ulama Palestina wilayah Khon Younis Muhammad Sulaiman Nashrullah dengan sedikit tambahan.

1. Bahwasanya keadaan Masjid Al Aqsha yang tanpa azan dan sholat tidak akan membahayakan umat beriman (yang memang hatinya telah terpaut akan kewajiban dan kebutuhan ini). Bahkan kita bisa lihat bagaimana mereka tetap mengumandangkan azan di pelataran masjid dan menggelar shaf panjang tuk mendirikan shalat. Masjid Al Aqsha akan senantiasa baik-baik saja dengan segudang upaya penutupan dari penjajah Israel selama penduduknya juga senantiasa menolak persyaratan-persyaratan dari penjajah. Mengapa demikian?

Sebab yang membahayakan Masjid Al Aqsha adalah ketika kita memasukinya dengan hina. Kita bukan kriminalis yang harus diperiksa ketika hendak beribadah.

2. Memasuki Al Aqsha melalui gerbang elektronik bukan satu-satunya jalan membebaskan masjid. Justru memasukinya sama saja kita membiarkan penguasaan penjajah Yahudi menang di atas kita. Jika untuk demikian saja kita lemah (menurut pada peraturan Yahudi), entah bagaimana ke depannya paksaan-paksaan penjajah merebut Al Aqsha. Dan entah bagaimana semakin tamaknya Yahudi terhadap tanah dan jiwa Palestina.

3. Sesungguhnya menetap di luar Al Aqsha dan memperjuangkannya sampai perang hingga syahid merupakan jihad yang mashlahah. Serta menganjurkan orang-orang beriman untuk turut memperjuangkan bebaskan Al Aqsha dan mendirikan sholat di dalamnya dengan kemuliaan.

4. Penolakan warga Al Quds juga menyingkap dan membongkar kepalsuan terhadap permukaan dunia selama ini. Menjelaskan bahwa siapa sebenarnya yang menjajah dan merebut Al Aqsha secara paksa? Hingga untuk azan dan sholat di dalamnya saja dilarang. Hingga untuk memasukinya saja harus melalui cara yang tak patut. Menjauhkan Al Aqsha dari penghuninya secara perlahan namun kejam.

5. Memohon untuk sholat di dalam Masjid Al Aqsha kepada penjajah berhati batu tidak menghasilkan kemuliaan apa pun. Sebaliknya, yang demikian justru melukai kemuliaan dan kehormatan. Bahkan disebutkan dalam tulisan aslinya perbuatan tersebut tidak mendatangkan pahala, justru menodai diri dengan dosa; karena pada dasarnya secara tak langsung mengakui kekuasaan musuh Allah. Apa Allah dan Rasul-Nya ridho?

6. Sesungguhnya kewajiban kita hari ini adalah membebaskan tanah Nabi bermi’raj itu. Membebaskan Masjid Suci ketiga umat Islam. Membebaskan masjid kedua yang dibangun di bumi ini dari penjajah Israel. Baik dengan senjata ataupun kata. Bukan rela sholat di dalamnya dengan mematuhi perintah musuh. Barang siapa yang masih berleha-leha dari memperjuangkan (membebaskannya), maka perlu dipertanyakan fitroh dan pemahamannya. Apa sudah terbalik dan berpenyakit

Maka wahai Abnaul Quds, pilihan kita hanya dua, sholat di Masjid Al Aqsha dalam keadaan mulia atau melawan penjajahan hingga syahid meski di ambang pintu Al Aqsha. Tidak ada kesempatan untuk lemah, tunduk dan pasrah terhadap aturan-aturan penjajah!

Demikian pesan yang disampaikan Muhammad Sulaiman. Catatan yang cukup menjawab pertanyaan saya perihal Al Aqsha. Maka tak ragu saya mencatumkan judul demikian. Bahwa benar, urusan Palestina adalah urusan umat Islam. Perkara Al Aqsha adalah perkara keyakinan yang harus diperjuangkan. Hingga tak ragu kita teriakkan, “Bir ruuh, bid dam, nafdhiika yaa Aqsha!”, dengan ruh dan darah kita persembahkan untuk Aqsha. Dan tak ragu pula kita perjuangkan cita-cita bersama, hidup mulia atau mati syahid!

Allahu ta’aala a’lam.

Dear · Ukhuwwah

dear adik sholiha :”)

Bismillah..

mari, mari, mari..
saya perkenalkan dengan salah satu adik sholiha yang pernah saya kenal 🙂
namanya Ayuni Azizah (haha sengaja nyebut merk),

kita pernah berada dalam rahim yang sama 😛
rahim rohis Al Ashr :”)

ditahun saat saya lulus dan berangkat merantau ke kota Solo,
adik sholiha ini baru menginjakkan kakinya di SMA almamater saya sebagai siswa baru kelas 10 🙂

saya lupa tepatnya kapan pertama kali saya bertemu dengannya,
mengingat saya yang cukup lama merantau dan tidak aktif dalam kepengurusan forum alumni rohis saat itu,
tapi saya ingat pertemuan yang untuk pertama kalinya kita janjian bertemu untuk berangkat bareng dalam sebuah acara yang berkaitan dengan pengelolaan dakwah sekolah.

“dek, kakak pakai jilbab coklat yah” pesan saya via whatsapp saat itu, memberikan informasi karena saya belum tahu wajahnya.

Walaupun dalam beberapa kesempatan, ternyata saya sudah pernah bertemu dengannya 😛

“iiihh ta, kamu pernah tahu ketemu ayuni. Dia yang datang bareng eni sama ka astria ke nikahan aku” kata ocha, ketika saya tanyakan padanya pernah atau tidaknya kira-kira saya bertemu langsung dengan ayuni 😀

“ayuni tahu kok kak octa yang mana :”), begitu juga ucap si adik sholiha mengkonfirmasi. Haha ini berarti sayanya yang dudul 😛

***

“ka, maaf ya ayuni kurang amanah”
“maaf ya kak ayuni belum bisa bantuin”
dan ucapan-ucapan permintaan maafmu yang lain.

aaiih adik sholiha,

Siapa coba yang mau datang jauh-jauh dari Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ke Perumnas Klender, Jakarta Timur pagi-pagi dengan menggunakan commuterline terus lanjut berjalan kaki menuju sekolah, dengan waktu perjalanan yang tak sebentar, hanya untuk pertemuan sejam dua jam, yang itu juga belum pasti akan ada pertemuannya. Karena seringnya adik-adik banyak yang tak berkabar. Gak dibayar pula, ndak ada ganti uang transport juga 😛

Siapa pula yang mau capek-capek menyusul datang di siang bolong ke sekolah, hanya untuk mendampingi sebuah acara pergantian kepengurusan rohis SMA. Awalnya sendirian pula perwakilan dari alumni akhwat yang datang, sampai ba’da maghrib pula mendampinginya. Hujan-hujanan pula pulangnya. Ndak dikasih makan siang pula :P.

Siapa yang bersedia untuk datang lebih awal dan pulang belakangan untuk membantu mempersiapkan sebuah acara silahturrahim akbar temu alumni rohis sekaligus ifthor jama’i di ramadhan beberapa bulan yang lalu, setelah hampir sebagian besar pulang seba’da makan, dirinya masih sibuk merapihkan dan membersihkan sisa-sisa keberantakannya. Bahkan saat hanya tersisa keluarga si tuan rumah dan beberapa kakak alumni yang sedang bersiap untuk pamit pulang, dia masih riweh membersihkan karpet bekas alas duduk tadi. Setelahnya, kita berjalan kaki menuju masjid terdekat. Masjid Raya Al Azhar di depan Walikota Jakarta Timur, yang walau kubah masjidnya sudah kelihatan dan terlihat dekat, namun tetap berhasil membuat lelah untuk sampai di dalamnya.

Siapa yang mau melakukan itu semua?

Iya siapa yang mau?

tapi adik sholiha ini dengan tulus melakukannya.

“ayuni mau berkontribusi kak ke sekolah, bagaimana caranya?”, begitu tanyanya saat itu dan dengan apa yang dia lakukan sampai dengan saat ini, benar-benar menunjukkan kesungguhan dari pertanyaannya saat itu.
***

sholihnya dirinya tidak hanya tercermin dalam akhlaknya :”)
adik sholiha ini benar-benar memiliki keistimewaan yang membuat iri siapapun muslimah yang mengetahuinya :”)

“ayuni telat kuliah ka, setelah lulus SMA ayuni menghafal dulu”

:”)
iyaa adik sholiha ini baru masuk kuliah,
disaat teman-teman seangkatannya mungkin ada yang sudah lulus menyandang gelar sarjana atau sedang berkutat menyelesaikan tugas akhirnya.

Adik sholiha ini masih semester dua di kampusnya, di jurusan Tafsir Qur’an dan Hadist.

wow keren kan :”))

ini yang bikin saya jiper gitu kalo ngomongin tentang Al Qur’an sama dia, haha 😀
tapi ini juga yang bikin saya kadang suka sering bertanya-tanya ke adik sholiha, tentang apapun yang berkaitannya dengan Al Qur’an :”), *konsultasi tahsin gratis 😛

Terus,
sudah berapa banyak yang dihafalnya?

saya pernah keppo,
dan bertanya langsung padanya tentang hafalannya,
“belum kak, belum hafal semuanya kok”, jawabnya malu-malu.

***

“ Oia.. Sabtu kakak mau datang gak?”
“Ayuni ngadain tasmi’ 30 juz di rumah”

:”)
kalau mungkin dibeberapa keluarga menyelenggarakan sebuah pengajian beberapa hari sebelum hari akad pernikahan, si adik sholiha ini memilih sebuah cara istimewa dalam mengisi hari-hari menjelang terucapnya mitsaqon ghaliza :”)

iya, alhamdulillah ahad pekan ini, si adik sholiha akan melangsungkan sunnah bersejarah :”)).
dengan masa khitbah yang cukup cepat. Awal bulan khitbah, dan di akhir bulan akad :”)),
plus plus nya lagi, dua pekan dari tanggal 17-28 dia sedang mengikuti Ujian Tengah Semester di kampusnya, dan stay tinggal di kostnya :”), what a hectic month 😀

***

baarakallah Ayuni :”)

semoga selalu dalam keberkahan hingga, saat dan setelah akad. Dan terus mengalirkan kebaikan dari pernikahannya, sampai nanti setelah usai kisahnya di dunia :”)

Semoga pernikahannya menjadi surga sebelum surga sebenarnya. Menghidupi lebih hidup daripada kehidupan sebelumnya, yang senantiasa menyebarkan kebaikan dari keduanya :”)

Semoga Allah menumbuhkan kasih sayang diantara ayuni dan suami, mengikatnya dengan iman, menyuburkannya dengan berkah dan membuahinya dengan amal. Serta menjadikan pernikahan ini sebagai berkah bagi dunia dan seisinya, aamiin :”))

 

 

Tarbiyah · Ukhuwwah

Bahagia itu karena bertemu Kalian!

e1b885d4e138aec8a95ffe0e8c82e1e3

 

Bahagia itu,
bertemu teman-teman yang masih ISTIQOMAH.
Bahagia itu,
bertemu teman-teman yang masih punya IDEALISME.
Bahagia itu,
bertemu teman-teman yang masih SEMANGAT memperjuangkan IDEALISME.
Bahagia bisa duduk semajelis dengan teman-teman yang SHOLIH/AT..

Itu, salah satu perasaan yang diungkapkan lewat tulisan oleh ust. Supriyatin kemarin..

Jakarta, 25 Oktober 2014
Hari ini mungkin masih berasa spesialnya bagi beberapa orang. Terutama bagi saya!.
Hari yang bersejarah, 😛
Bersejarah, karena memang pada hari itu menjadi saksi bahwa betapa sebuah ikatan yang dijalin atas dasar kecintaan karena Allah, tidak akan terlekang oleh waktu…

..and this bond is called Ukhuwah..

Demi apapun,
Saya menjadi saksi atasnya..

masyaaLlah.. 🙂
hari itu memang sudah dinantikan oleh beberapa orang, terutama saya..
padahal cuma jeda empat hari, sejak terakhir menginjakkan kaki di rumah bercat hijau itu..
tapi berasanya udah laaamaaa bangeet..
aagghh.. udah gak sabar ketemu sama mas rafiif :* ‪#‎eh lho? *gagal fokus* haha 😀
tapi asli!, saya menanti-nantikan tanggal 25 Oktober kemarin.. 🙂

apa yang dinantikan?
Pertemuan dengan mereka 🙂

Just it?
Hanya ‘sebatas’ pertemuan saja kah?

Enggaaa..
Ada banyak hal inspiratif yang bisa dipungut dari ‘sebuah’ pertemuan kemarin.. 🙂

5 tahun?
7 tahun?
10 tahun?
Berapa lama kiranya kau dapat bertahan,
untuk tetap ISTIQOMAH,
untuk tetap menjaga IDEALISME mu,
untuk tetap berSEMANGAT memperjuangkan IDEALISME mu?
pasca keluar dari amanahmu di lembaga Dakwah Kampus,
pasca keluar dari kampus mu nan hijau,
pasca tak bersama lagi dengan sahabat-sahabat sholih dan sholihat ketika di kampus dulu..

ouh, yaa Rabbi..
teguhkanlah hati ini untuk tetap berada di jalan-Mu..
aamiin.. aamiin.. aamiin..
“yaa muqalibal quluub tsabit qalbi ‘ala dinik”

10 tahun, bahkan lebih..
Mereka telah membuktikannya,
Bahwa untuk tetap Istiqomah,
Bahwa untuk tetap menjaga idealisme,
Bahwa untuk tetap bersemangat dalan memperjuangkan Idealisme,
Bukanlah hal yang mustahil untuk diupayakan,
Sulit pasti, Tapi tidak mustahil..

Dan mereka telah mengajarkan kita untuk itu..

Hihi,
Masih suka ketawa-ketiwi sendiri waktu inget kemarin,
Saya dan adek-adek (tiga angkatan termuda yang hadir: 2007, 2008 dan 2009) Cuma bisa ‘melongo’ takjub, setiap ada ibu-ibu yang baru datang dan pasti langsung disambut heboh sama ibu-ibu yang udah datang..
“..hehe, maklum dek, udah sepuluh tahun ga ketemu…” ucap beberapa orang dari mereka

“denis, kita udah berapa tahun yak ga ketemu?” Tanya saya ke Denis bercanda,
*ceritanya mau ikut-ikutan euforia reuni-an nya.. hihi 😀

Huaa..
Tiba-tiba jadi terbayang,
Sepuluh tahun dari sekarang,
Ada reuni SKI lagi,
kayaknya kita bakalan lebih hebring dari yang dilakukan sama ibu-ibu kemarin.. :3
Hihi..

Semoga,
Ketika waktu pertemuan itu lagi,
Entah beberapa bulan lagi,
Entah beberapa tahun lagi,
Atau beberapa puluh tahun lagi,
Kita bertemu kembali dalam keadaan yang terbaik ya mbak, ukh, dek.. ^_^
Dalam kondisi keimanan dan ketaqwaan yang terbaik,
Aamiin..

“..ruh orang-orang sholih akan saling menyambangi di surga.
Mereka ‘reuni’ dan saling mengenang amal sholeh mereka di dunia..”
(Ar Ruh, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah)

Yaa Rabb,
Izinkan kami bersua kembali,
Berkumpul, be-reuni bersama lagi,
Esok..
Di dalam Jannah-Mu dengan penuh ke-Ridho an Mu,
Aamiin..

‪#‎SilahturahiimKeluargaSKIFMIPAUNSchapterJabodetabeksuka_effect 😀

 

Dear · Ukhuwwah

nananana~~

 

|ini cerita tentang ku dan nya|

huumm,
yang ku tahu aku sudah mengenalmu cukup lama,
mungkin selama usia ku menyandang status sebagai mahasiswa di kampus biru telur asin itu 🙂

yap!
aku mengenalmu sejak masih semester satu,
sebaliknya mungkin kau belum terlalu tahu aku atau mengenalku,
aku memang terlalu sangat biasa untuk terlihat lebih dibanding yang lain :p
tak apa, yang penting aku mengenalmu 🙂

hey, memang siapa yang tak mengenal dirimu :p
kau begitu terlihat istimewa,
nyatanya kau memang istimewa,
bagiku :”).

satu tahun setengah,
di penghujung masa ku dan masa mu menyandang status sebagai mahasiswa,
kita mulai dekat!,
sangat dekat bahkan! 🙂

menghabiskan banyak waktu sibuk dan senggang bersama,
menyusuri tiap belokan gang, tiap jalan, atau bahkan tiap warung makan bersama 😀

ah iya, aku juga ingat!
kita juga pernah menyusuri salah satu pusat perbelanjaan di kota itu,
di siang itu, kita jalan bersama bertiga dengan seorang adik 🙂
saat itu aku lebih banyak diam dan hanya mengekor kalian,
yang tengah tersibuki dari mengunjungi lapak satu ke lapak yang lainnya,
dan ku tahu kegelisahan mu karena merasa bersalah, telah mengajak orang yang kurang tepat: aku.

Hehe, never mind sis 🙂

aku selalu suka jalan jalan, diam ku berarti sedang menikmati 🙂
menikmati dan memperhatikan bagaimana memilih kain yang bagus, dan bagaimana cara menawar yang baik dan tepat 😛
dan kupastikan kau salah satu guru terbaikku dalam hal ini :), he 😀

aaaaagghhhh,

kembali mengingat masa masa itu membuatku semakin gila! -_-
tiba tiba senyum senyum sendiri atau tiba tiba ngerasa terharu sendiri -_-

sekarang,
semenjak malam itu,
malam dimana ku temukan dua buah private messagge dari mu 🙂

*tersenyum* >> saat ku baca pesan pertama mu,
sebuah kalimat salam dan pertanyaan tentang kabar 🙂

*tersenyum lebar* + *berbisik “akhirnya :)”* + *mengucap doa dalam hati “baarakallah”*>> sebelum jari jari ku membalas pesan kedua yang ku terima 🙂

senyumku tak henti hentinya melebar ketika ku baca lagi rangkaian kata itu, ‘kamu aku kabari lebih awal ta :)’

aaiiih,
terimaksih sudah membuatku merasa teristimewa 🙂

finally,
aku speechless,
dan hanya mampu berbisik “aku- -nananana- -padamu, saudariku” ({})

 

PS: – -nananana- – bisa diartikan sayang, kangen, pengen ketemu, pengen meluk 🙂
#initulisangajetentangkerinduanseseorangpadasaudarinya 🙂

Dear · Harta Karun · Ukhuwwah

Cinta Untuk SKI FMIPA UNS

ski

Diawal izinkan saya untuk menyampaiakan,

“aarghh kalian sungguh luar biasa!

Kta memang belum pernah bertatap muka secara langsung, mendengar satu persatu nama kalian saja juga baru akhir-akhir ini.. tapi sungguh bisa kurasakan dengan hangat cinta dan doa yang kalian kirimkan untuk SKI dan untuk para pengusung dakwah di MIPA.

Oh, mungkin benar kata mereka: doa-doa kita saling berpelukan di langit!”

Rasanya sejuk sekali, ketika kalian saling menyapa dan menyampaikan salam rindu satu sama lain..

Dan kesejukan itu mulai teriris haru,

Saat satu persatu dari kalian mulai menceritakan tentang bagaimana kalian berpayah-payah membangun pondasi awal dakwah di fakultas baru ini,. Tidak mudah memang, penuh kesulitan, rintangan, kesakitan. Tapi sungguh kurasakan kalian sungguh suka cita menceritakannya pada kami. Tak ada rasa sesal, ataupun keluhan yang terucap. Yang ada hanya rasa bahagia dan penuh syukur..

*malahan saya yang tak henti-henti nya mengeluhkan diri saya sendiri yang tak mampu membendung luapan air di tepi kelopak mata ini T_T

 

Izinkan kami belajar kakak..
Tentang bagaimana kalian memupuk militansi itu,
Di tengah segala keterbatasan..

‘..komputer hanya satu, dua orang yang punya.. dan motor hanya ada 1 orang akhwat yang punya. Dan satu motor itulah yang dipakai untuk mobilitas dan sarana belajar akhwat2 lain yang belum bisa mengendarai motor..’

 

‘..karna saat itu boudget konsumsinya sangat mepet. Acara kaderisasinya di tawangmangu, tapi untuk snack dan makan besar nya kita pesannya di Gendingan. Kebayang setiap kali mau makan, panitia turun ambil makan ke kampus dan itu semua diangkut pake motor..

..belum lagi klo ada misskomunikasi karna keterbatasan teknologi, tiwasan dah sampai Gendingan ternyata makanan sudah ada yang bawa ke Tawangmangu.. langsung meluncur ke TW, habis itu sekalian jadi pembicara.. UNS-TW serasa dekat..

Izinkan kami belajar kakak..
Tentang bagaimana menjadi sosok yang sangat mandiri dan menginspirasi..

..pernah juga kita masak ya mba, pakai kompor kayu..’

..iya yang naik turun gunungambil konsumsi ndak Cuma ikhwan, makanya acara selanjutnya akhwat yang masak..dan pake kompor kayu..

..kayaknya dulu sempet buka warung ski ya, sedia nasi liwet, di pojok lantai bawah kampus.. program kemuslimahan dan kwu..

Izinkan kami belajar kakak..
Tentang bagaimana menjadi sosok yang peduli dan terpuji..

..saat masih kuliah beliau rajin menyisihkan uang, hingga suatu saat setelah terkumpul banyak, saya diajak beliau, ternyata ke rumah seorang ibu yang kekurangan untuk mengantarkan tabungannya..

..satu dari beberapa hal yang belum bisa saya tiru, semangat silahturrahiimnya ke kost-kost adik tingkatnya. Kalo ada yang ngga mau berangkat halaqoh, nunggu aja pasti bakalan di silahturrahiimi..

Izinkan kami belajar kakak..
Tentang makna pengorbanan,
Bahwa berkorban itu artinya terkorban..

..sampai banyak yang harus mengorbankan kuliahnya..

Dan terakhir,
Izinkan kami belajar meniru keISTIQOMAHan kalian..
Sungguh malu rasanya jika membandingkan diri kami dengan kalian,
Kalian yang sudah belasan tahun lamanya meninggalkan kampus ini, masih saja menyempatkan diri mengingat SKI, saling bertanya bagaimana kabar SKI sekarang?, bagaimana kabar dakwah di MIPA sekarang?, kontribusi apa yang bisa diberikan untuk SKI?

masyaaLlah,
*speechless*

 

Ah, benar kata mba Gati ‘96
“….yang lain statusnya jg sama, sama-sama punya cinta untuk Ski Fmipa Uns..”

Jazaakumullah Khoiran katsiran kakak-kakak sholeh dan sholeha semua..

Terakhir,
“..’afwan bila kami belum bisa menjaga amanah ini dengan baik, tapi sungguh doa dan cinta dari kalian lebih dari cukup untuk membuat kami bertahan. Bertahan untuk mewujudkan satu mimpi bersama: Mengembalikan Pesona Syiar Pesantren Kampus

 

Special Syukron Jazakallah khoiran katsiran:
Untuk Allah SWT, untuk nikmat iman, islam, ukhuwah dan dakwah ini.. 🙂
Untuk Rasulullah saw, untuk semua keteladanan berukhuwah dan berdakwah yang engkau contohkan 🙂
Untuk SKI FMIPA, tanpa mu mungkin tak ada alur cerita indah ini 🙂
Untuk all of member Alumni SKI FMIPA UNS group on Telegram yang senantiasa berbagi inspirasi 🙂