Al Amal

Banyak orang merasa telah beramal, tetapi tak ada buah apapun yang ia petik dari amalnya, baik itu perubahan sifat, kelembutan hati ataupun kearifan budi dan keterampilan beramal. Bahkan tak sedikit diantara mereka beramal jahat tetapi salah mengira beramal baik. Karenanya, Al Qur’an selalu mengaitkan amal dengan keshalihan, jadilah amal shalih. Kata shalih tidak sekedar bermakna... Continue Reading →

Al Ikhlas : Ikhlas dan Shidq

Mengagumkan bila dicermati hubungan atara ikhlas dan shidq. Ikhlas artinya menjaga diri dari perhatian makhluk dan shidq artinya menjaga diri dari perhatian nafsu. Seorang mukhlis tak punya riya’ (pamer diri) dan seorang shidq tak punya ijab nafsi (kagum diri), demikian Abu Ali Ad Daqqaq mengurai. Ka’ab bin Malik pantas mendapatkan bintang shidq. Hukuman berat diterimanya... Continue Reading →

Al Ikhlas : Orang-Orang yang Ringkih Jiwa

Bal’am bin Baura, Walid bin Mughirah dan Abdullah bin Ubay adalah profil kaum berilmu yang tak berfaham. Yang pertama, jelas-jelas bersebrangan dengan nabi Musa ‘alaihissalam dan perjuangannya, lalu bermanis-manis dengan kubangan Fir’aun. Adakah perbedaan yang cukup gelap antara Fir’aunisme kemarin dan Fir’aunisme hari ini? Yang membuat Bal’am – Bal’am kontemporer membelanya mati-matian? Adakah kedunguan melebihi... Continue Reading →

Al Ikhlas : Hati Tanpa Jelaga

Hati bening seorang alim penaka gelas Kristal yang bening dan bersih, akan memancarkan cahaya ilmunya. Sementara ada orang yang detik demi detik tutur kata, karya dan kehadirannya menjerumuskan kedalam jurang sengsara. Sulit untuk mendapatkan hati yang bening dan amal yang ikhlas tanpa kejujuran. Kejujuran yang sering disalah artikan dengan sekedar bicara benar, ternyata lebih dari... Continue Reading →

Al Ikhlas

“Tak akan sampai kepada Allaah, daging dan darah qurban itu, akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya ialah taqwa dari kamu” (QS. Al Hajj ayat 37). Banyak orang berharta dengan banyak hutang. Banyak lagi orang miskin dengan banyak hutang. Ada orang kaya amal dengan banyak tuntutan yang harus dilunasinya di hari pembalasan kelak. Ada juga orang... Continue Reading →

Al Fahmu : Ilmu dan Kelapangan Wawasan

Berapa banyak pedang diperlukan untuk mengembalikan kaum Khawarij yang memecah belah jama’ah (Syaqqal Asha)? Kaum ini sesat bukan karena tidak sholat, shaum atau jihad. Keras telapak tangan mereka dan menghitam dahi mereka lantaran sujudnya yang lama. Kurus badan mereka karena puasanya yang intensif. Saat pedang merobek perut dan memburai usus mereka, melompat kalimat yang menakjubkan,... Continue Reading →

Al Fahmu : Ilmu antara Tahu dan Mau

Apa kabar penghafal sekian banyak ayat, pelahap sekian banyak kitab dan pembahas sekian banyak qadhaya yang belum beranjak dari tataran tahu untuk bersiap menuju mau? Siapakah engkau, wahai pengendara yang menerobos larangan masuk kawasan berbahaya? Siapakah engkau, yang diminta memilih antara madu dan racun, kurma dan bara, lalu dengan sadar melahap bara mencampakkan kurma, menenggak... Continue Reading →

Al Fahmu : Pemeliharaan Tradisi Keilmuan

Betapapun hebatnya perusakan yang dilakukan pasukan Tartar terhadap kitab-kitab para ulama, itu menjadi tak berarti jika dibandingkan dengan apa yang berkembang di dunia keilmuan. Darah daging ilmu telah membekas dihati para ulama. Seorang imam pergi bermusafir berbulan-bulan ‘hanya’ untuk mencari satu hadits singkat. Seorang ulama produktif menulis di penghujung malam dan esoknya juru salin baru... Continue Reading →

Al Fahmu

Tidak ada perintah meminta tambahan seperti perintah meminta tambahan ilmu. Bahkan perintah ini diarahkan kepada Rasul pilihan Shallahu ‘alaihi wassalam. Dan katakanlah: Yaa Rabbi, tambahkanlah aku ilmu (QS. Taahaa ayat 114). Bagi Ashabul Kahfi, sesudah iman tambahan nikmat lainnya adalah berupa Huda (petunjuk) yang hakikatnya juga adalah ilmu. Kecuali efek kesombongan yang sebenarnya bukan anak... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑