Tidak Akan Iri, Apalagi Kufur

Orang yang sendiri diuji dengan kesendiriannya. Orang yang menikah diuji dengan pernikahannya. Orang yang punya anak diuji dengan anaknya. Orang yang bekerja diuji dengan pekerjaannya. Orang yang sekolah diuji dengan ilmunya. Orang yang punya diuji dengan kepunyaannya. Orang yang tidak punya diuji dengan ketidakpunyaannya, dan seterusnya. Jika kita menyadari semua yang manusia alami (di dunia... Continue Reading →

Advertisements

Apa tidak cukup?

"apakah tidak cukup, bagi seorang wanita untuk berdakwah hanya dengan mendidik anak-anaknya dirumah?" pertanyaan salah satu mba mba di jalasah ruhiyah kemarin sore.. *masih terngiang* === Cukup, tapi alangkah lebih baik lagi kalo semisal kita bisa berbuat yang lebih dari sekedar cukup. === iya :") ustadznya kemarin juga bilang, tentang berusaha mencipta banyak peluang kebaikan... Continue Reading →

“You might be married to the worst man ever, like Asiyah was married to Fir’aun - but it didn’t change her and her loyalty and love to Allah.  You might be married to the best of men, like Prophet of God, and still not enter Heaven - like the wife of Nabi Lut a.s.  You... Continue Reading →

Resisten InsyaaLlah

Jangan sampai kita (yang seorang muslim) membuat orang lain, (baik itu muslim ataupun non muslim, baik itu sebaya ataupun anak kecil) menjadi resisten dengan kata “InsyaaLlah”. jangan dibiasakan menjadikan InsyaaLlah sebagai tameng atas ke-enggan-an atau ketidak-enak-an kita menjawab “maaf, tidak bisa”. Jujur, adalah kesesuain antara perkataan dan hati dengan objek yang dibicarakan. Hati-hati! karena salah... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑