Al Ikhlas : Hati Tanpa Jelaga

Hati bening seorang alim penaka gelas Kristal yang bening dan bersih, akan memancarkan cahaya ilmunya. Sementara ada orang yang detik demi detik tutur kata, karya dan kehadirannya menjerumuskan kedalam jurang sengsara.

Sulit untuk mendapatkan hati yang bening dan amal yang ikhlas tanpa kejujuran. Kejujuran yang sering disalah artikan dengan sekedar bicara benar, ternyata lebih dari itu. Ia adalah kejujuran terhada Al Khaliq. Ia adalah kejujuran terhadap bisikan hati nurani. Pada akhirnya bukti kebenaran itu akan nampak dalam kejujuran mereka kepada Allaah atas semua janji yang mereka buat. “Sedikitpun tidak mengubah pendirian mereka, apakah mereka itu gugur terlebih dahulu atau menunggu”. (QS. Al Ahzaab ayat 23)

Hakikat shidiq adalah bahwa engkau tetap jujur dalam berbagai kondisi (sulit dan bahaya), meskipun engkau dapat selamat dari hal tersebut hanya dengan berdusta, demikian prinsip Junaid Al Baghdadi. Tentu saja ini tidak boleh bertentangan dengan penghapusan hukum dusta dalam kondisi penyelamatan saudara beriman dari kedzhaliman orang lain, mendamaikan dua saudara yang berseteru dan dusta dalam taktik berperang.

Apa yang membuat orang sekaliber Bal’am bisa kehilangan integritas diri, hanyut dalam pusaran lumpur dunia? Ada konflik yang tidak disadarinya, melawan kehendak Allaah yang sangat berkuasa untuk mengangkatnya tinggi-tinggi, tetapi ia sendiri yang mengikuti gravitasi dunia dan hawa nafsu yang menahan laju jelajahnya kea lam tinggi, akhlada ilal ardl wat taba’a hawah (QS. Al A’raaf ayat 176).

Betapa mengerikan kemiskinan hati bila melanda kaum berilmu. Mereka merasa rendah diri karena dunia yang tak berpihak, bersebrangan dengan posisi tinggi dan jauh dari kedudukan basah. Mungkin ia telah lupa, kemiskinan itu bukanlah dosa, walau tidak menyenangkan. Mungkin karena pentingnya mengenal profil biang kerok ini, sampai-sampai Al Qur’an membuka kisahnya dengan “Bacakan kepada mereka,” dan menutupnya dengan “Maka ceritakanlah kisah-kisah ini, semoga mereka berfikir”. (QS. Al A’raaf ayat 176-176).

pict Dawn At Lake Louise Photograph, taken from Pinterest.

Tulisan ini merupakan rangkaian karya dari Almarhum Ust. Rahmat Abdullah yang pernah dimuat di majalah Tarbawi dengan mengambil tema-tema refleksi seputar Al Arkan Al ‘Asyarah, Hasan Al Ba

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: