Meracacacau · rumah · Uneguneg

Alasan Cinta Jakarta

Capture

Bismillaah,

Well, tbh,
saya bukan termasuk orang yang kuat –tapi juga ga mau dibilang lemah :P-,
yang setelah beberapa waktu lamanya tidak pernah ikut upacara HUT RI, sekalinya ikutan di puluhan menit pertama kedua tungkai kaki sudah mulai terasa seperti jelly, tapi ditahan-tahanin untuk tidak mundur kebelakang apalagi ambruk. Alhamdulillaah Allaah bantu kuatkan dan berkenan untuk menutupi aib, karena sungguh malu dengan posisi di baris paling depan dan berseragam PDH lengkap :P. #ehinimalahbukaaib -___-

dan saya adalah orang yang lebih suka untuk mengambil pilihan masa bodo sebenarnya. Walaupun dengan sebelnya sering segera berganti pilihan untuk menjadi kembali peduli. Iyap saya cenderung perasa, yang pas tahu bakalan datang sendirian untuk mewakili suatu amanah tertentu langsung mellow dan ares-aresan (?) untuk datang berangkat :p.

daaann, saya tinggal di Jakarta!
berstatus legal sebagai warga DKI Jakarta dengan e-KTP DKI terbaru,
yang alhamdulillaah beberapa bulan yang lalu juga ikutan berpartisipasi aktif di pilkada DKI 😛 *infogapenting:p

Oh!
Info pentingnya sampai dengan saat ini saya baik-baik saja tinggal dan menjalani hidup di Jakarta. Alhamdulillaah :”)

“Jika yang kita cari kebaikan, maka dimanapun kita berada Allaah akan pertemukan kita dengan kebaikan, insyaaLlaah.” –mba Qi-

Alhamdulillaah,
saya bersyukur Allaah pilihkan kota ini sebagai kota kelahiran saya. Dengan banyak alasan-alasan lainnya, banyak hal yang menyulitkan saya untuk tidak menjadikan kota ini sebagai salah satu kota terfavorit saya untuk saat ini :”).

Jakarta, dengan segala pernak-perniknya kekhasannya, dengan semua kepekatan polusi duniawinya, dengan segala riuh bising suara didalamnya adalah kota yang hangat. Dihangatkan oleh beragam mimpi, cinta dan asa para penduduknya :”).

Bagi saya yang tidak (belum) bisa mengendarai satupun roda transportasi darat, maka tinggal di Jakarta adalah salah perwujudan dari salah satu nikmat terbesar Nya  yang diberikan kepada saya sebagai hamba Nya :P. Berbagai jenis roda transportasi darat ada disini (oh, kecuali becak), dan alhamdulillaahnya semua roda transportasi ini mudah untuk didapatkan. #alasancintajakarta

tak-ada-jalan-yang-tak-macet-50X
sumber gambar dari sini

Macet? Ya konsekuensi dari kemudahan menggunakan sarana transportasi lah ya :P.

Kemacetan, ke-ngetem-an (?), berebutan dan ke-sesak-an didalam  commuter line adalah salah satu dari sekian perjuangan yang dihadapi sehari-harinya oleh sebagian besar orang berusia produktif yang tinggal di Jakarta. Hal ini tidak serta merta menjadi suatu hal yang buruk yang menjadi umpatan dan keluhan sehari-hari warga Jakarta. Setidaknya bagi kami warga Jakarta, bisa bersyukur dan bahagia itu ga selalu tentang pencapaian yang besar :”). Syukur dan bahagia kami sesederhana bisa datang on time di tempat kerja/sekolah/tempat janjian pertemuan, atau juga sesederhana dapat tempat duduk di commuter line saat jam sibuk dihari kerja :D. #alasancintajakarta

Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia serta merta menjadi pusatnya beragam kegiatan dan bermacam komunitas yang ada di negri ini. Maka sungguh akan sangat mudah untuk mencari dan mengikuti banyak kegiatan di kota ini. Mencari charge rukhiyah lewat kajian misalnya, tidak perlu menunggu weekend, di weekdays pun juga banyak kajian yang diselenggarakan. Bahkan tidak hanya diselenggarakan di masjid masjid besar cem Masjid Istiqlal atau Masjid Raya Al Azhar. Mulai dari Masjid-Masjid komplek perumahan warga, Masjid di area Perkantoran, Masjid di area Rumah Sakit, pun juga diselenggarakan di Masjid-Masjid di dalam Mall. Iya di Mall :”). #alasancintajakarta

Dan masih banyak lagi #alasancintajakarta yang belum saya sebutkan, cem kemudahan mendapatkan berbagai jenis barang (dari yang ori sampai yang KW :P), kemudahan mengakses informasi, dan  kemudahan mendapatkan ragam fasilitas yang menjadi hak Warga Negara Indonesia :P.

Bicara Jakarta, tidak melulu tentang kekejamannya seperti Ibu tiri (yang mana juga tidak semua Ibu tiri kejam :D), tidak juga melulu tentang pergaulan yang menyeramkan, pun juga tidak melulu tentang individualisme warganya.

Ada banyak kebaikan di kota ini, insyaaLlaah. Pun juga dengan akan hadirnya Gubernur kami yang baru, yang insyaaLlaah akan membuat obrolan-obrolan kebaikan tentang Jakarta melebihi obrolan-obrolan tentang kekejamannya :”). Aamiin.

Oia,
btw saya menulis ini,
juga karena saya pernah tinggal cukup lama di Gunung Kidul :D.
Gunung Kidul dan Jakarta jelas berbeda, namun kebaikan dari Sang Empunya-nya sama :”),
tinggal pinter-pinternya kita aja buat pe-de-ka-te sama Si Empunya :”).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s