KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 23: Abdurrahman bin Abu Bakar

oleh Muhammad Akhyar

Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa mencari sumber lain yang pastinya bertebaran di luar sana. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk tulisan ini adalah “Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah” karya Khalid Muhammad Khalid yang tersohor itu. Selamat berkenalan:”)

Tiada seorang pun sahabat Nabi yang kita kenal lebih dekat, lebih besar kecintaannya terhadap Nabi, bahkan Nabi pun menyanjungnya dengan mengatakan bahwa jika semua keimanan umat Islam ditimbang, keimanan mereka tak akan lebih berat dibanding yang dimiliki oleh beliau, Abu Bakar. Ah, jika beberapa hari belakangan ini kita berbicara tentang kisah anak sahabat utama Rasulullah yang tentu saja juga merupakan sahabat Rasulullah, semenjak kecil sudah ditimpa manisnya iman, semenjak awal memang sudah berada pada barisan Muslim, hal ini berbeda dengan anak Abu Bakar, Abdurrahman, sahabat mulia yang akan kita bahas sekilas kehidupannya.

Dan jikalau saja kita berada di medan Uhud kala itu, kita akan menyaksikan ayah dan anak, mereka tidak mungkin tidak saling mencintai, tetapi berada di barisan yang berbeda, sang Ayah berada di samping Rasulullah, sementara sang Anak menjadi kepala pasukan panah Quraisy Mekkah. Begitulah orang Arab, jika ia yakin pada kebenaran sesuatu, apa pun akan ia lakukan untuk mempertahankan keyakinannya itu, meskipun harus berhadapan dengan ayah sendiri.

Kala itu sebagaimana kebiasaan perang mereka, sebelum memulai pertempuran dilakukan perang tanding satu lawan satu. Dari pihak Quraisy Mekkah muncul Abdurrahman. Demi melihat ini, bangkitlah Abu Bakar untuk melawan anaknya itu, namun hal ini dicegah oleh Rasulullah.

Ah, beginilah Abdurrahman, bagaimanapun kerasnya ia menentang Islam, ketika cahaya hidayah masuk ke relung hatinya yang terdalam, secara jantan pula ia datangi Rasulullah ke Madinah. Dan tentu saja melihat hal ini, kita pasti sangat mafhum melihat Abu Bakar bercahaya-cahaya wajahnya karena begitu gembira.

Inilah dia Abdurrahman yang baru. Saat ia masih belum menjadi seorang muslim ia adalah pahlawan bagi kaumnya, saat ini menjadi seorang muslim tak sedikit pun kepahlawanan itu luntur. Lihat apa yang ia lakukan saat Muawiyah memutuskan hendak memberikan baiat sebagai khalifah bagi Yazid dengan ketajaman senjata.

Kala itu Muawiyah mengirim surat baiat kepada Marwan yang merupakan gubernur di Madinah. Muawiyah memerintahkannya untuk membaca surat tersebut kepada kaum Muslimin di mesjid. Marwan melaksanakan perintah itu, tetapi belum lagi usai ia menyelesaikannya, Abdurrahman pun bangkit dengan niatan ingin mengubah suasana hening dan mencekam itu menjadi banjir protes dan perlawanan keras,

“Demi Allah, rupanya bukan kebebasan memilih yang anda berikan kepada umat Nabi Muhammad, tetapi anda hendak menjadikannya kerajaan seperti di Romawi hingga bila seorang kaisar meninggal, tampillah kaisar lainnya sebagai penggantinya.”

Menyadari adanya tantangan dari tokoh sekaliber Abdurrahman di Madinah, Muawiyah mencoba membujuknya dengan mengirim seratus ribu dirham kepada Abdurrahman. Malang nian, uang yang begitu banyak itu, langsung saja dibuang jauh-jauh oleh beliau,

“Kembalikan kepadanya dan katakana bahwa Abdurrahman tak hendak menjual agamanya dengan dunia.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s