Harta Karun · sejarah

Tahukah Kamu?

tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o1_400tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o2_400tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o3_400tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o4_400tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o5_400

tumblr_opo0iw8XOW1th2yi3o6_400
image from here

“Sebagimana kamu adalah akumulasi orang-orang di sekitarmu, maka zamanmu kini jugalah akumulasi dari zaman-zaman sebelummu.”

 

oleh Eghar Hamas

Apa yang membuat di kota-kota Indonesia, alun-alun kota selalu diiringi di hadapannya balai kota dan di hadapannya yang lain dibangun masjid agung?

Semua itu tidak terjadi secara mendadak. Para Sunan, mereka adalah perintis tata kota Jawa pertama-tama, merangkai alun-alun berdampingan dengan pendopo jua masjid agung, sebagai lambang; bahwa Islam dan politik tak bisa dipisahkan. Sebagai simbol; bahwa negarawan yang hebat tetaplah hamba Allah yang Mahaagung, dan di saat yang sama pula, para Ahli Ibadah haruslah jua mengisi panggung-panggung negara.

Di lain negeri, sebuah puncak bersalju di Spanyol berdiri tegak. Ia putih bersih, meninggi di hamparan lembah hijau dan padang rumput. Nama puncak itu adalah Almanzor, masyhur sebab ia dikunjungi para pendaki gunung di seantero Eropa. Sekedar nama kah? Tidak. Ia, dahulunya adalah markas tentara Islam yang dipimpin oleh Hajib bin Mansur, titik tertinggi Spanyol sekaligus terdekat dengan Perancis. Ya, Al Manshur menjadi Almanzor.

Di kepulauan Malta dekat Italia, ada sebuah monumen bernama Point Dragut, kebanggaan penduduk Malta karena di tempat itu, musuh terbesar mereka yang gagah berani dibunuh oleh ksatria salib. Dragut adalah pelaut perkasa yang membuat lonceng gereja Italia berhenti berdenting kala kapalnya singgah di pelabuhan Venesia dan Genia. Mitos saja kah? Tidak, tempat bernama Point Dragut itu adalah tempat dimana seorang Mujahid Khilafah Utsmani bernama Turgut Reis menjemput syahidnya. Ia, berhasil menyelamatkan ribuan muslimin Andalusia dari kekejaman kristen Spanyol. Kesyahidan datang ketika ia memberantas markas perompak di Malta, yang sayang, sejarah indah itu dibuat kabur.

“Sebagimana kamu adalah akumulasi orang-orang di sekitarmu, maka zamanmu kini jugalah akumulasi dari zaman-zaman sebelummu.”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s