KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 15: Thalhah bin Ubaidillah

oleh Muhammad Akhyar

 

Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa mencari sumber lain yang pastinya bertebaran di luar sana. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk tulisan ini adalah “Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah” karya Khalid Muhammad Khalid yang tersohor itu. Selamat berkenalan, 🙂

Sebelum kita lanjutkan kisah sahabat berikut ini, marilah kita simak lantunan surat al Ahzab ayat 23 oleh Rasulullah,

“Di antara orang-orang Mukmin itu terdapat sejumlah laki-laki yang memenuhi janji-janji mereka terhadap Allah. Di antara mereka ada yang memberikan nyawanya, sebagian yang lain sedang menunggu gilirannya. Dan tak pernah mereka mengubah pendirian sedikit pun jua.”

Kemudian, setelah beliau membaca ayat itu yang mulia itu teman-teman, ia menatap wajah para sahabatnya sambil menunjuk kepada seorang sahabat di sana, kemudian berkata,

“Siapa yang suka melihat seorang laki-laki yang masih berjalan di muka bumi, padahal ia telah memberikan nyawanya, hendaklah ia memandang Thalhah.”

Ah, hati siapa yang tak tersanjung, tak tenteram, mendengar pujian seperti itu. Hari ini kita akan mengenal sahabat yang dipuji Rasulullah sedemikian rupa, Thalhah. Tentu kita ingin tahu siapa sebenarnya Thalhah, mengapa ia mendapat pujian begitu tinggi oleh Rasulullah. Namun, kawan sebelum kita ke sana ada baiknya kita melihat sahabat Rasulullah ini beberapa saat sebelum ia masuk Islam. Ya, ia sekarang sedang dalam perjalanan niaganya ke kota Bushra. Thalhah memang dikenal sebagai pedagang di kota Mekkah.

Ketika ia di sana, ia sempat berjumpa dengan seorang pendeta yang sangat baik. Di waktu itu sang pendeta memberi tahu kepadanya, bahwa Nabi yang dijanjikan akan muncul di tanah haram, sebagaimana yang telah diramalkan oleh para Nabi yang saleh. Ia memperingatkan agar Thalhah tidak ketinggalan menyertai rombongan itu. kemudian sewaktu ia sampai di Mekkah, sesudah berbilang bulan ia habiskan dalam perjalanan dagangnya, ia mendengar bisik-bisik penduduk tentang “Muhammad al-Amin” dan tentang wahyu yang datang padanya.

Demi mendengar kabar itu, orang pertama yang ia datangi adalah Abu Bakar. Kemudian diketahuinyalah Abu Bakar pun telah ikut serta dalam agama baru yang dibawa Muhammad. Thalhah pun merenung, ia berpikir,

“Muhammad dan Abu Bakar? Demi Allah tak mungkin mereka akan bersekongkol dalam kesesatan kapan pun!”

Thalhah sangat paham dan mengenal benar siapa Muhammad. Hingga usianya mencapai empat puluh tahun kala itu, belum pernah sekali pun terdengar ia mengucapkan kebohongan. Thalhah pun menuju rumah Abu Bakar, tak lama kemudian mereka pun beriringan, tak sabar hatinya untuk iman itu, pengakuan keislaman di depan Rasulullah.

Sekarang marilah kita melompat sedikit agak jauh ke medan perang yang begitu legendaris setelah Badar, yaitu Uhud. Kita akan melihat saat itu betapa pasukan Muslimin sedang kocar-kacir. Thalhah tak putus-putus perhatiannya ke daerah peperangan tempat Rasulullah berdiri. Bagaimana pun kita telah sama-sama mafhum bahwa Uhud adalah tempat pembalasan dendam orang-orang Quraisy Mekkah atas kekalahan mereka di Badar. Target mereka bukanlah kemenangan tetapi nyawa seorang manusia, Rasulullah yang mulia.

Thalhah melihat dari jauh, pipi Rasulullah bercucuran darah. Beliau menahan sakit yang sangat payah. Kecintaan Thalhah yang begitu besar kepada Rasulullah membuatnya naik pitam melihat hal yang demikian. Ia pacu kudanya menuju arah itu. Di sana ia menemukan betapa banyak pedang orang-orang Mekkah menyambar-nyambar hendak merenggut nyawa Rasulullah.

Thalhah kemudian mengambil posisi melindungi Rasulullah. Thalhah dapat melihat darah Rasulullah yang mulia menetes dan mendengar rintihan beliau. Diraihnyalah Nabi dengan tangan kirinya dari lubang tempat kaki beliau terperosok. Sambil memapah Rasul dengan dekapan tangan kiri ke dadanya, ia mengundurkan diri ke tempat yang aman, sementara tangan kanannya mengayun-ayunkan pedang bagaikan kilat menusuk dan menyabet orang-orang musyrik yang hendak mengerumuni Rasulullah.

Peristiwa ini terekam begitu lekat di ingatan Abu Bakar, mari kita simak penuturan beliau,

“Itu semua adalah hari Thalhah. Aku adalah orang yang mula-mula mendapati Rasulullah, kemudian berkatalah Rasul kepadaku dan kepada Abu Ubaidah ibnul Jarrah, ‘Tolonglah saudaramu itu!’ Kami pun lalu menengoknya, dan ternyata pada sekujur tubuhnya terdapat lebih dari tujuh puluh luka berupa tusukan tombak, sobekan pedang, dan tancapan panah, dan ternyata ada anak jarinya yang putus, kemudian kami pun segera merawatnya dengan baik.”

Inilah Thalhah. Orang yang senantiasa berada di barisan terdepan dalam peperangan namun ketika tugas mulia itu telah ia tunaikan, ia kembali ke perniagaannya. Ia dikenal sebagai muslim yang paling banyak hartanya dan paling berkembang kekayaannya. Namun, tentu saja tak pernah sedikit pun harta itu membuatnya lalai. Ia dikenal sebagai sahabat yang begitu dermawan, bahkan Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa ia tak pernah melihat seorang yang lebih dermawan dengan memberi hartanya yang banyak tanpa diminta terlebih dahulu, selain Thalhah.

Mengenai hal ini mari kita dengan tenang menyimak uraian Su’da bin Auf, istri Thalhah berikut,

“Suatu hari saya menemukan Thalhah berduka cita, saya bertanya padanya, ‘Ada apa dengan kakanda?’ Ia kemudian menjawab, ‘Soal harta yang ada padaku ini, semakin banyak juga, hingga ia menyusahkanku dan menyempitkanku!’ Kataku kemudian, ‘Tidak jadi soal, bagi-bagikan saja.’ Ia lalu berdiri memanggil orang banyak, kemudian membagi-bagikannya kepada mereka, hingga tidak ada yang tinggal lagi walau satu dirham.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s