Belajar · Hikmah · reblog

Kartini Masa Kini dan Kodrat yang Pudar

kartini 2017

Euforia selebrasi 21 April masih berulang di tahun ini. Anak-anak sekolah kembali memecah perhatian para pengguna jalan dengan kilauan perhiasan sanggul, busana, dan kosmetik yang katanya “Ala Kartini”. Didukung dengan perangkat elektronik canggih abad ini, anak-anak perempuan penerus bangsa itu juga turut disibukkan dengan berfoto ria di setiap sudut jalan dan ruang, mengabadikan momen dan bedak yang tidak anti luntur. Ada yang berkelindan dalam pikiran. Seperti inikah style Kartini tempo dulu? Inikah yang dulu diperjuangkan Kartini lewat tulisannya? Lalu dimanakah sebenarnya relevansi antara meneladani spirit belajar Kartini dengan merias rupa anak-anak sekolah dengan make up super tebal?

Terpisah dari anak-anak perempuan dan para calon ibu di masa depan itu, tulisan-tulisan seputar Kartini masih membanjiri media sosial. Siapa dan bagaimana Kartini terus menuai pro-kontra. Ada yang menyoroti fakta kedekatan Kartini dengan Belanda dan Theosofi. Ada juga yang menelisik sisi spiritualitas Kartini. Namun kali ini, mari sejenak kita melepaskan diri dari pro-kontra…

View original post 737 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s