Harta Karun · Hikmah · reblog

Dua Puluh: Maryam

oleh Lanina Lathifa

Terus terang, semakin banyak mendengar kisah dan penjelasan, semakin tampaklah saya sebagai seorang yang sangat cupu soal pegangan hidup; yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (yang terangkum dalam Siroh Nabawiyah). Betul. Terasa cupuuu sekali… T_T

Maka betul sekali, belajar adalah cara terbaik kita untuk mengenali kelemahan diri. Bukan malah sebaliknya; ajang pamer level intelektualitas dan kekerenan diri. Astaghfirullaah, na’udzubillaahi min dzaalik.

Baiklah, tanpa perlu berpanjang lebar lagi, langsung aja kita fokus ke inti.

Bismillaah…

***

Ternyata setidaknya, ada 20 figur perempuan yang terabadikan di dalam Al-Qur’an. Sebanyak 19% adalah figur pribadi muslimah (single, lajang, gadis), 54% adalah figur istri, dan 27% adalah figur ibu. (Mohon di-highlight, persentase terbesar adalah sebagai apa)

Dari 20 potret tersebut, hanya ada 1 orang yang disebutkan namanya secara gamblang oleh Allaah. Siapakah dia?

Dialah Maryam.

Bahkan hebatnya lagi, namanya diabadikan pula sebagai satu-satunya perempuan yang dijadikan nama surat dalam Al-Qur’an.

Kenapa ya?

Ternyata…

Faktanya, Allaah menciptakan Maryam sebagai figur perempuan yang sempurna, sehingga Allaah mengabadikan namanya untuk menunjukkan dan mengajarkan kepada kita tentang kemuliaan dirinya.

Jadi, kalau ada yang bilang, “Mana ada sih perempuan yang sempurna…”

Jawabannya ADA!

Bahkan Rasulullaah sendiri mengakui kesempurnaannya,

“Orang yang sempurna dari kalangan laki-laki banyak jumlahnya, namun yang sempurna dari kalangan perempuan tidak ada, kecuali Maryam putri Imran dan Asiyah istri Fir’aun…” (cek haditsnya)

Kali ini kita fokus dulu sama Maryam.

Kemuliaan yang ada dalam diri beliau setidaknya terangkum dalam 5 sebab, yaitu:

1. Maryam dilahirkan dari keturunan “orang biasa” (bukan Nabi atau Rasul), tetapi shalih (Imran dan Hannah, keduanya profil ayah dan ibu yang shalih. Bahkan ga tanggung-tanggung, Al-Qur’an mengisahkan secara khusus tentang keluarga Imran ini, sehingga kemudian keluarga Imran diangkat dengan penuh penghormatan menjadi satu-satunya nama surat berlatar belakang keluarga –Ali Imran–) –> poin penting: betapa pentingnya keshalihan nasab untuk keshalihan generasinya.

2. Maryam dibesarkan oleh orang yang shalih. Imran dan Hannah wafat ketika Maryam masih kecil, kemudian beliau diasuh oleh Zakaria; paman dari pihak ibu yang tidak lain adalah seorang Nabi yang sangat bertawakkal kepada Allaah. Ingat kalimat ini? “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu.” Ini doa Nabi Zakaria ketika memohon diberi keturunan di usianya yang sudah TUA dan MANDUL –> poin penting: betapa pentingnya memilihkan pengasuh dan pendidik yang shalih (ini meluruskan konsep “asisten rumah tangga”, tempat penitipan anak (daycare), juga panti asuhan yang ada selama ini).

3. Maryam ketika tumbuh menjadi seorang gadis, ia adalah seorang yang sangat menjaga kehormatan dirinya (Maryam memang pernah didoakan Hannah sewaktu masih dalam kandungan agar menjadi ahli ‘ibadah/taat). Maryam malu, risih, dan khawatir kalau sering keluar rumah, karena pada masa itu kemaksiatan begitu merajalela. Ia khawatir jika lingkungan akan “mencemari” kesucian dirinya) –> poin penting: rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi wanita (ingat, bahkan shalat terbaiknya wanita adalah di rumahnya – bahkan ini untuk urusan SHOLAT loh, perkara primer T_T). Jangan diterjemahkan juga dengan “full 100% ngendon di rumah aja”, namun hikmah dari kisah Maryam adalah: MINIMALISIR keluar rumah untuk keperluan yang kurang penting dan bermanfaat. Salah satu contoh keluar rumah yang bermanfaat adalah untuk keperluan mendatangi majelis ilmu.

4. Maryam memiliki kesabaran yang dahsyat dalam menghadapi ujian dari Allaah (ketika hamil tanpa suami, kemudian ia pun menjadi seorang single parent) –> poin penting (dibagi lagi menjadi beberapa poin, saking memang dahsyat sekali kisah Maryam ini, maa syaa Allaah)

a. “Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allaah, niscaya Allaah akan menunjukkan jalan-Nya.” (QS. Al-Ankabut: 69) –> jalan menuju keridhaan Allaah itu takkan pernah semulus jalan tol, GA AKAN! *bahkan jalan tol aja bisa macet kaaan* Jangan mudah terbuai KEMAPANAN! *sori dipakein kepslok dan tanda seru, biar menimbulkan efek jleb buat diri sendiri aja sih*

b. Selempeng apapun kita dan hidup kita, PASTI bakal ada yang NYINYIR. Lihat gimana respon masyarakat sekitar saat tau Maryam hamil. Dituduh berzinalah, pelacur-lah *astaghfirullaah* Padahal sudah jelas kan bahwa Maryam itu seorang Qonitaat – wanita yang taat. (kembali ke pasal (a) ya, jangan berandai-andai jalan tol. Setiap hamba pasti akan menemui ujiannya masing-masing. Bersiap siagalah –dengan bekal iman dan taqwa–).

c. Perhatikan respon Maryam saat menghadapi nyinyiran. Perhatikan pula sikap Maryam saat merawat kandungannya seorang diri. Disitu akan kita temukan bahwa ketawakkalan Zakaria telah diwarisi Maryam, bi ‘idznillaah.

5. Maryam, meski single parent –atas izin dan petunjuk dari Allaah– ia telah sukses mendidik seorang anak lelaki bernama ‘Isa, yang di kemudian hari putra kesayangannya itu diutus Allaah menjadi Nabi. Sekali lagi, semua itu terjadi atas pertolongan Allaah.

***

Baiklah, kembali ke pertanyaan awal. Maaf kemana-mana ceritanya. Saya hanya betul-betul takjub sekaligus mengasihani diri, hiks (semoga kisah-kisah dahsyat yang sampai kepada kita tak berhenti di level takjub, melainkan lanjut pada APLIKASI). Nah.

Dari 20 potret tersebut, hanya ada 1 orang yang disebutkan namanya secara gamblang oleh Allaah. Mengapa? Ada apa dengan 19 lainnya? Mengapa yang lain “disembunyikan” namanya?

Ternyata…

“Tersembunyinya” nama kesembilan belas lainnya adalah karena aib yang pernah ada dalam dirinya maupun keluarganya. Maka dengan itu Allaah bermaksud menyembunyikan namanya. Untuk melindunginya. Untuk menutupi aibnya. Untuk tetap menjaga harga dirinya, sebagai perempuan.

Jadi begitulah cara Islam memuliakan wanita. Begitulah cara Allaah melindungi wanita.

*Salam hangat buat para Feminis.

Sekian dan terimakasih. Sekiranya bermanfaat silakan disebarkan. Allaahu a’lam.

–cuplikan faedah materi Usth. Poppy Yuditya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s