KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 18: Zaid bin Tsabit

oleh Muhammad Akhyar   Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa… Continue reading #lebihdekatdengansahabat 18: Zaid bin Tsabit

Advertisements
KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 17: Sa’id bin ‘Amir

oleh Muhammad Akhyar   Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa… Continue reading #lebihdekatdengansahabat 17: Sa’id bin ‘Amir

KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 16: Zubair bin Awwam

oleh Muhammad Akhyar   Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa… Continue reading #lebihdekatdengansahabat 16: Zubair bin Awwam

KisahSahabat · reblog

#lebihdekatdengansahabat 15: Thalhah bin Ubaidillah

oleh Muhammad Akhyar   Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan mencuplik beberapa kisah ringkas sahabat Rasulullah. Mengapa ringkas? Karena saya sangat menyadari di sini bukan tempatnya untuk berpanjang-panjang menguraikan sesuatu. Disajikan ringkas karena memang sifatnya perkenalan. Tentu saja untuk mengenal lebih dalam, teman-teman saya harap bisa… Continue reading #lebihdekatdengansahabat 15: Thalhah bin Ubaidillah

Belajar · reblog · they're said

Anak Adalah Hak Prerogatif Allah – Teh Riana

Sundariekowati

Spanyol

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaykum Ibu-ibu, semoga semuanya sedang berada dalam kondisi yang paling baik ya, Ibu dan suami sehat, anak-anak pun ceria 🙂

Ngomong-ngomong tentang anak, akhir-akhir ini saya seriiing banget dikasih pertanyaan,

“Kapan nambah?”,

“Udah isi lagi belum?”,

“Kasih Aisya adik atuh supaya di rumah rame. Aisya, pengen punya adik ngga?”,

“Jangan ditunda, mending sekalian banyak biar sekaligus capeknya. Emang di KB?”,

Daaaaan pertanyaan ini diulang-ulang oleh orang yang berbeda, sampai-sampai kalau ada orang yang gelagatnya udah kaya mau menanyakan hal yang sama suka saya jawab duluan.

“Belum”, ucap saya.

“Emang udah tau saya mau nanya apa?”, sahut penanya.

“Mau nanya saya udah ‘isi’ lagi atau belum, kan?”, saya tanya balik.

“Hehehe iya..”, yang nanya terkekeh.

Well, pertanyaan seputar anak tuh bisa jadi sangaaat sensitif buat beberapa orang, nggak terkecuali saya. Tapi kemudian saya berpikir mungkin saat ini Allah SWT justru sedang memberi saya kesempatan sebesar-besarnya untuk jadi ibu yang…

View original post 2,210 more words

Belajar · Hikmah · reblog

Kartini Masa Kini dan Kodrat yang Pudar

kartini 2017

Euforia selebrasi 21 April masih berulang di tahun ini. Anak-anak sekolah kembali memecah perhatian para pengguna jalan dengan kilauan perhiasan sanggul, busana, dan kosmetik yang katanya “Ala Kartini”. Didukung dengan perangkat elektronik canggih abad ini, anak-anak perempuan penerus bangsa itu juga turut disibukkan dengan berfoto ria di setiap sudut jalan dan ruang, mengabadikan momen dan bedak yang tidak anti luntur. Ada yang berkelindan dalam pikiran. Seperti inikah style Kartini tempo dulu? Inikah yang dulu diperjuangkan Kartini lewat tulisannya? Lalu dimanakah sebenarnya relevansi antara meneladani spirit belajar Kartini dengan merias rupa anak-anak sekolah dengan make up super tebal?

Terpisah dari anak-anak perempuan dan para calon ibu di masa depan itu, tulisan-tulisan seputar Kartini masih membanjiri media sosial. Siapa dan bagaimana Kartini terus menuai pro-kontra. Ada yang menyoroti fakta kedekatan Kartini dengan Belanda dan Theosofi. Ada juga yang menelisik sisi spiritualitas Kartini. Namun kali ini, mari sejenak kita melepaskan diri dari pro-kontra…

View original post 737 more words

Belajar · reblog

Tetap Berprestasi dengan Hijab Syar’i

Hijrah kita jangan berhenti di titik hijab syar’i. Lejitkan potensi diri, meraih ridha illahi, jannah adalah tempat kita mengistirahatkan diri…:)

textgram_1493202477Materi Kulwap FULDFEI (18 Februari 2017)

Dengan mengharap ridha Allaah, materi ini ditulis dan disampaikan oleh @laninalathifa. Semoga Allaah meridhai amal yang sedikit ini…

Bismillaahirrahmanirrahim,

Alhamdulillaah, hari ini istilah hijab syar’i sudah bukan lagi istilah asing. Bahkan ia sudah menjadi semacam trend. Semoga trend yang positif, yang menyadarkan Muslimah bahwa berhijab bukanlah puncak sebuah amal. Justru ia termasuk perkara dasar yang wajib diilmui dan diamalkan seorang Muslimah.

Hijab dimaknai sebagai penghalang. Sesuatu yang menghalangi. Memangnya apa yang dihalangi dari seorang perempuan? Ingat, perempuan dianalogikan sebagai perhiasan. Itu artinya, dari sisi dan sudut manapun, perempuan itu pasti memiliki daya tarik.

Maka hijab sebenarnya bisa dimaknai sebagai 2 hal.

Pertama, hijab sebagai pakaian, sebagaimana yang telah kita pahami selama ini. Fungsi hijab disini adalah untuk menutupi aurat. Lebar, longgar, tidak menerawang. Memakainya adalah untuk ‘menyembunyikan’ kecantikan, bukan malah untuk menarik perhatian.

Lalu hijab yang kedua adalah hijab interaksi. Terhadap siapa? Terhadap lawan…

View original post 791 more words

Tak Berkategori

“Strength grows in the moment when you think you can’t go on but you keep going anyway” (unknown) Seorang nenek tua tengah memanggul karung beras yang mungkin beratnya lebih dari 25 kg. Dengan perlahan, ia menapaki jalanan berbukit di pedesaan dalam. Sembari menyapa saat bertatapan dengannya, “Mbah, iku abot, kulo bantu nggeh?” (artinya, mbah itu […]… Continue reading

Tak Berkategori

Menyatukan Frekuensi

munir 2

Pernah suatu saat saya terbayang, sebenarnya apa sih yang membuat Suciwati kala itu begitu mantap menerima pinangan Munir; lelaki yang “sukses” menjadi “buronan” aparat pemerintah karena keberanian level singa dalam mengungkap borok dalam kasus penegakan hukum dan HAM di Indonesia. Tapi seketika rasa penarasan saya terjawab karena teringat sebuah kalimat, bahwa seorang lelaki bermental singa, tentu layak mendapatkan perempuan yang bermental singa pula. Saya rasa, keduanya memang klop. Laiknya pedang bertemu baju besinya yang saling menjaga, menguatkan, dan mendukung. Kisah Munir dan orang-orang bermental pejuang yang semisal dengannya, memang selalu menarik diungkap dari sisi yang berbeda. Sebagai wanita, tentu kita perlu tertarik untuk menelisik kisah sepak terjang sang istri. Apa yang membuatnya seberani itu bersuamikan lelaki yang namanya –jika boleh dikatakan–, “di-blacklist pemerintah”, karena dianggap membahayakan kaum elite yang haus harta, tahta, dan tentu saja… darah.

“Pahlawan adalah Martir Kebebasan.”

Saya teringat kata-kata Suciwati tentang sang suami, yang diungkapkannya…

View original post 744 more words

Harta Karun · Hikmah · reblog

Prestasi

oleh Lanina Lathifa Kitab biografi Khadijah dan ‘Aisyah (radhiyallaahu 'anhuma) lebih tebal mana? Ternyata lebih tebal biografi 'Aisyah. Mengapa? (1) Karena, sejarah (dalam hal ini adalah peran ulama’) telah merekam jejak dan karya 'Aisyah dalam ranah ilmiah memang sangat banyak. Mengapa? (2) Karena… Rasulullaah wafat di saat beliau masih berusia 18 tahun. Beliau masih sangat… Continue reading Prestasi