Hikmah · reblog · sejarah

TIPU DAYA HARTA; SEBAB KEKALAHAN DARI UHUD, HUNAIN HINGGA POITIERS

tumblr_omufjd4sl31th2yi3o1_1280

oleh Edgar Hamas

“Selalu, jika sejarah umat ini telah berlumur megah harta dan cinta rampasan perang (ghanimah), maka akan berakhirlah ia dengan kekalahan. Kekalahan di Uhud karena ghanimah. Kekalahan di Hunain karena ghanimah. Kekalahan di Poitiers karena ghanimah!”
-Dr Abdul Halim Uwais, Sejarawan Muslim.

Ada satu episode kejatuhan di sejarah kita yang jarang dilirik oleh kebanyakan muslim. Sebab, episode ini menjadi titik buruk Umat Islam dan kegagalan pilu yang membuat Perancis tidak tertaklukkan hingga hari ini. Episode itu bernama ‘Bilath Syuhada’, atau ‘Medan para Syuhada’, tersebab begitu banyak syahid di dalamnya.

Pada 732 M, Mujahid bernama Abdurrahman Al Ghafiqi berhasil menyatukan kembali muslimin di Spanyol. Tahun-tahun berlalu dengan kemenangan telak penuh pesona. Beliau, dengan pasukannya berhasil membebaskan kota-kota Spanyol dan sebagian Perancis yang sebelumnya tidak pernah tersentuh oleh kekuasaan Muslimin.

Sebesar 50 ribu pasukan muslim akhirnya sampai di sebuah daerah bernama Poitiers, batas terdekat antara Umat Islam dan Perancis. Jaraknya dari ibukota Paris hanya 100 km, serta dari Qordoba sejauh 1000 km. Dan disana, Charles Martel telah menunggu mereka bersama 400 ribu pasukannya; gabungan Perancis, Italia, Swiss, Burgundi dan Jerman.

Saat itu, nahasnya, pasukan Muslim merasa di atas angin. Mereka merasa dengan jumlah yang banyak (50 ribu adalah jumlah tentara muslim terbesar saat itu) akan bisa menumpas dengan mudah pasukan Charles Martel. Perasaan angkuh ini ditambah dengan ghanimah yang mereka kumpulkan dari pembebasan kota-kota sebelumnya, menjadikan pasukan Muslim gelap mata; berebut harta dan saling dengki antar sesama.

Ditambah lagi, karena kedengkian itu, berpecahlah pasukan Muslimin antara bangsa Arab dan Barbar. Setiap mereka saling mengklaim keagungan dan melempar caci. Nah, bayangkan, di saat pelik itu mereka harus berhadapan dengan pasukan gabungan negara Eropa. Apa yang terjadi?

“Tidak ada yang dapat menjelaskan secara rinci kondisi pertempuran tersebut”, tulis Dr Husein Mu’nis, “sebab satu-satunya saksi hidup adalah orang yang kabur di tengah peperangan.” Kekalahan umat Islam di Pertempuran ini nyaris lebih buruk dari kekalahan Uhud, Hunain bahkan Granada. Kekalahan inilah penyebab “tawaqquf futuhat”, berhentinya pembebasan Islam atas Eropa. Abdurrahman Al Ghafiqi syahid tertembus panah di dadanya. Muslimin lari ketakutan dan pemimpin tertingginya gugur di medan perang.

Akhirnya, disebabkan sedikitnya sumber sejarah dari umat Islam, maka orang Eropa dengan mudahnya menuliskan hal berlebihan untuk menggambarkan keagungan Charles Martel; yang mereka anggap pahlawan penyelamat Eropa dari Islam, utusan Tuhan untuk menghancurkan Andalusia. Mereka mengklaim telah membunuh 375 ribu pasukan Muslimin. Angka yang salah kaprah karena jumlah Pasukan Muslim hanya 50 ribu.

Hingga kini, nama Charles Martel diabadikan dalam buku sejarah dan pertemuan-pertemuan kenegaraan. Bahkan ada minuman keras bermerk “732, Charles Martel” untuk mengenang kemenangan pasukan Kristen di Poitiers, lengkap dengan tahunnya. Kekalahan ini bukan karena kalah jumlah. Bukan juga karena tak berpengalaman. Harta dan dunia; itulah peruntuh semangat jihad, pemusnah ghirah perjuangan.

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (QS Fathir : 5)

originally posted on here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s