Ramadhan: Personal Taste (updated)

oleh: Muamar Salim Jadi jangan mengira saya penyuka drama korea dari judul ‘Personal Taste’, hehe. Saya ingin berbagi agenda sehari-hari yang insya Allah akan diniati di Ramadhan nanti. Nuansa agenda kali ini lebih cocok untuk jiwa-jiwa yang disibukkan dengan 8 jam duduk di depan meja kerja (baca: karyawan). Jadi wahai jiwa-jiwa yang disibukkan dengan 8... Continue Reading →

Advertisements

Bapak MAS :)

Bismillah.. Beberapa kali saya mengikuti sebuah acara, yang juga dihadiri oleh bapak MAS. Beberapa kali pula saya hampir selalu ke-heran-an dengan tingkah si bapak. Bapaknya selalu terlihat dengan semangat yang full 100%, bahkan mungkin lebih sepertinya. Beliau yang berorasi paling semangat dan beliau yang paling lincah bergerak dari satu sisi panggung ke sisi panggung lainnya... Continue Reading →

Musuh Terbesar Seorang Ibu

Musuh terbesar seorang Ibu bukanlah pornografi dan pornoaksi yang rentan memapar otak anak-anaknya. Bukan pula kekerasan seksual yang mengintai langkah pendek anak-anaknya. Bukan pula paham radikalisme yang bisa menjangkiti keyakinan anak-anaknya. Semua itu musuh kita bersama, namun ada yang lebih berbahaya dari itu semua. Musuh ini tak tampak. Hadirnya sulit dideteksi oleh indera. Memata-matai dari... Continue Reading →

Niatmu Kekuatanmu

Kiki Barkiah

Kekuatan dan ketangguhan seorang manusia untuk tetap istiqomah menjalankan peran, tugas, dan amanahnya berbanding lurus dengan kekuatan motivasi yang dimilikinya terhadap peran, tugas dan amanah tersebut. Tidak ada peran yang mudah kita jalankan dalam hidup, kecuali saat-saat dimana Allah mengaruniakan kemudahan dalam menjalaninya. Oleh karena itu, setiap orang perlu memiliki alasan yang kuat mengapa kita memilih dan menjalankan sebuah peran. Semakin kuat akar motivasi kita dalam melakukan sesuatu, semakin tangguh kita menjalaninya.

Peran dan amanah sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah. Apa yang kemudian membedakan mereka yang memilih untuk menikah dengan segala konsekuensinya, sementara banyak pasangan di dunia yang sudah merasa telah mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus mengambil tanggung jawab pernikahan. Ketika pernikahan tidak dipandang sebagai sebuah keabsaahan interaksi laki-laki dan perempuan, maka wajar saja ada sebagian orang yang memilih untuk hidup tanpa ikatan pernikahan. Apa yang kemudian membedakan pasangan suami istri memilih untuk memiliki banyak keturunan…

View original post 594 more words

Wahai Anakku Tidak Apa-Apa Ya Kita Sedikit Berbeda!

Kiki Barkiah

Hidup memang pilihan, dan setiap pilihan memuat konsekuensi tersendiri. Terkadang sebagai orang tua, saya memilih harus menjadi berbeda dengan pilihan kebanyakan orang, terutama dalam memilih semua hal yang berkontribusi dalam membangun pola pikir dan pola sikap anak-anak. Memang kadang menjadi berbeda itu melawan kenyamanan, hanya saja saya selalu teringat bahwa kelak di yaumul akhir kita akan ditanya dan menjawab sendirian. Begitu pula saya akan mempertanggungjawabkan peran saya sebagai orang tua.

Wahai anakku…… tidak apa-apa ya kita sedikit berbeda, tapi kita masih bisa bersatu untuk beberapa hal yang sama.

Ali (10 y) memang merasa “gak nyambung” mendengar pembicaraan teman-teman di school bus yang bercerita tentang games-games popular di kalangan mereka. Ali memang tidak bermain pattlefield 4 atau call of duty, games peperangan yang tengah populer. Apalagi GTA, games rating dewasa yang menembus pasar Indonesia, yang menjadi favorit anak-anak Indonesia yang hobi “nongkrong” di warnet. “Tidak apa-apa ya nak…. Kita sedikit berbeda”…

View original post 738 more words

Tips Adil Dalam Berbicara

Kita sudah kenyang dengan nyinyiran-nyinyiran di media. Kalau nyinyir bisa dikonversi ke makanan, mungkin dunia kita sudah bebas dari bencana kelaparan. Membuat kesal, memang. Tapi, hidup di dunia, bersama miliaran manusia lain, tidak mungkin kita bisa membuat semua orang senang. Yang kita tidak suka dari nyinyir adalah, seringkali isinya tidak adil dan berlebih-lebihan. Padahal, meskipun... Continue Reading →

Tentang Memilih

oleh : Andina Avika Hasdi . Melewatkan yang baik untuk mendapatkan yang terbaik kenapa tidak?. Karena tidak semua yang datang harus dikasih kesempatan. Karena tidak semua yang duluan yang diterima. Karena tidak semua yang menghampiri harus ditanggapi. Karena tidak semua yang punya niat baik harus dibukakan pintu hati. Karena perempuan harus punya ukuran dalam menetapkan... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑