Meracacacau · rumah

Asa untuk Jakarta

kenapa ya,
setiap pilkada dki selalu bisa membawa sisi emosional yang lebih bagi saya, hhe..

waktu pilkada dki tahun 2012,
sore harinya, tetiba saja saya ditelepon teman saya yang menelepon sambil seunggukan 😛
teman saya menangis,
tak begitu jelas suaranya,
tapi saya dengan jelas menangkap maksud hatinya,
perasaan yang sama yang juga saya rasakan saat itu,
kesedihan yang sama untuk kota kelahiran yang sama,
disaat yang kita berdua tidak memungkinkan untuk hadir di bilik suara saat itu.

Hari ini memang belum ada hasil final yang resmi,
tapi dari kemarin mata saya sudah perih, dada saya sudah sesak,
eh padahal saya juga jadi KPPS di TPS,
menyaksikan langsung jalannya pemungutan suara dan perhitungan suara,
berada langsung di depan papan perhitungan suara.

Mata saya sudah berkaca-kaca setiap satu per satu surat suara dinyatakan SAH oleh para saksi dan badan saya sudah terasa gemetar, antara belum makan dari kemarin malam dan keriweuhan mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilu di TPS ini.

tidak,
saya tidak letih, insyaaLlah.
saya sudah pulang jam setengah sebelas malam saat beberes persiapan tempat TPS malam hari sebelum hari H, abang-abang KPPS yang lainnya pasti jauh lebih letih karena baru pulang jam 1 dan datang lagi jam 5, saya malahan baru datang ke TPS jam setengah 7 lewat 🙈

saya KPPS termuda dan perempuan sendiri 🙂

jadi kerjaan saya cuman di bagian tulis-menulis sama tempel-menempel, beda dengan abang-abang lainnya yang angkut-angkut meja, kursi, pasang tenda, dan lain-lain. Ditambah Allah menurunkan rahmatnya lewat tetes-tetesan air hujannya di langit Jakarta sejak pagi. Semakin menambahkan rasa bogor di Ibu Kota malam itu.

saya tidak letih, insyaaLlah.
lapar pun, kayaknya juga tidak ingin makan.
kalo kata bang akim, ketua KPPS kami “kagak ketelen kalo belom selese semua”

saya tidak letih, insyaaLlah.
gemeternya badan ini karena gemuruhnya sesuatu yang ada di dalam dada ini. Suatu ingin, harap, dan asa untuk keberkahan negri ini.

qadarullah,
saat gemuruh ini masih menyeruak penuh di dalam dada, pagi ini dipertemukan Allah dengan salah satu ayat Nya, T___T

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati” (Al Ahqaf: 13).
Jakarta.
Feb 16, 2017
*duduk menatap portal hasil pilkada dki 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s