Harta Karun · reblog

keMusliman dan keIndonesiaan kita

tumblr_okj0szey3f1th2yi3o1_540

 

1. “Aku bangga menjadi anak Indonesia”, di zaman anak-anak kita nyanyikan itu. Sampai kini pun kebanggaan itu telah mendarah daging. Kenapa?

2. Allah menakdirkan kita menjadi Indonesia, manusia dengan segala hak dan kewajiban hidup yang lahir di gugusan pulau yang bebas merdeka. Di Asia Tenggara, di tengah pertemuan dua benua dan dua samudera.

3. Kita ditakdirkan tumbuh dari air dan nasi Indonesia. Kita dianugerahkan memakai pakaian yang dirajut dari tenun-tenun Indonesia, “tongkat kayu dan batu jadi tamaman.”

4. Ulama Muslimin dari Timur Tengah memandang Indonesia sebagai sebuah “keistimewaan sejarah” yang selalu diulang-ulang dalam ceramah mereka.

5. Ketika banyak negeri dibebaskan dulu dari sebab-sebab yang menghalangi manusia untuk beragama, Indonesia telah bebas memeluk Islam.

6. Ketika para mujahid tempuh jihad lawan raja-raja zalim untuk bebaskan suatu negeri, Indonesia menerima Islam di pantai sembari berdagang. (Adapun pantai adalah medium yang membuat manusia merasakan kebebasan memilih, tidak ada kekuasaan absolut yang mencengkeram; sebab pantai adalah akses luas bagi pihak manapun dan transaksi perdagangan menjadi setara tanpa paksaan.)

7. Itulah mengapa para Ulama menyebut Indonesia sebagai “surganya dakwah”, karena dibebaskan dengan cara yang sangat halus dan penuh hikmah.

8. Ketika ada peradaban Islam di Andalusia Spanyol, para kolonial menamai Indonesia dengan sebutan “Another Andalusia”, yang juga kaya raya (Laffan, Another Andalusia)

9. Fakta istimewa yang terjadi pula adalah, jarak kita jauh dari negeri-negeri muslim lainnya, tapi kitalah negara dengan muslim terbesar. (Tahun 2030 diproyeksi Pakistan akan menyusul, kemudian 2050 China akan menjadi negeri dengan muslim terbanyak)

10. Perpaduan “keistimewaan sejarah” dan “takdir” sumber daya manusia kita yang besar inilah yang mendorong banyak sekali proyeksi masa depan.

11. Banyak Ulama Palestina yang memandang Indonesia sebagai satu pewaris kepemimpinan muslimin di masa depan mewakili wilayah Timur Jauh, Mesir untuk Timur Tengah dan Turki untuk Timur Dekat serta Eropa.

12. Menurut statistia research, Indonesia memiliki sikap optimis menatap masadepan tertinggi ke-4, ketika negara maju hari ini makin pesimis disebabkan angka kelahiran yang kecil dan kerusakan tatanan masyarakat.

13. Mari ambil “peran kita dalam sejarah”, meminjam kata Ust @anismatta, lihat kebutuhan umat lalu tata diri untuk mengisi kekosongan narasi. Isi pos-pos itu dengan keahlian kita masing-masing.

14. Kemusliman kita & keindonesiaan kita bukan 2 hal yang bisa dibenturkan, mustahil. Karena Islam telah jadi urat nadi sejarah bangsa kita, maka wajib kita menjaganya jangan sampai terpisah.

15. Telah datang zaman baru penuh tantangan, moga ia dewasakan pribadi dan bangsa kita, “something doesn’t challange you doesn’t change you”

 

source: edgharhamas.tumblr.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s