reblog · they're said

Perasaan

Perkara di dunia tidak hanya tentang jodoh.
Perkara di dunia tidak hanya tentang pemantasan untuk seseorang.
Perkara di dunia tidak hanya tentang menikah lalu hidup bersama.
Perkara di dunia tidak hanya tentang rasa sepi yang ingin sekali dihalalkan.

Kolaborasi kebermanfaatan tidak hanya dilakukan oleh sepasang manusia.
Kolaborasi kebermanfaatan tidak hanya dilakukan ketika satu atap.
Kolaborasi kebermanfaatan tidak hanya dilakukan sekedar pemantasan.

Problematika umat bukan hanya kamu belum menikah, yang lain sudah.
Problematika umat bukan hanya kamu iri ketika yang lain sudah menemukan.
Problematika umat bukan hanya pembunuhan rasa galau tak bertepi.

Berhenti memikirkan diri sendiri.
Berhenti memprioritaskan seolah hanya itu prioritas.
Berhenti membagikan keresahanmu kepada teman-teman.
Berhenti membicarakannya terus menerus tanpa tujuan.

Kamu tidak pernah tahu kedalaman hati seseorang.
Bisa saja kamu ‘tak gentar’ dengan pembicaran terus menerus, belum tentu dengan temanmu.
Resah yang kamu bagikan ternyata bertahan lama di hatinya, membuatnya ikutpun resah seolah hidup hanya tentang pasangan.

Seolah tidak ada topik lain yang dibagikan.
Seolah masalah-masalah sudah surut.
Seolah zionisme sudah reda.

Perempuan adalah madrasah.
Pengelolaan perasaan sangat penting, tapi seringkali kita lupa bahwa asupan harus terus diperhatikan.
Asupan ilmu harus sebanding dengan asupan hati.

Bukan, bukan berarti itu tak penting.
Masalah perasaan tetaplah nomor satu karena ialah barometer pergerakan diri kita.
Perasaan itu seni.
Mudah dibolak-balikkan, mudah rapuh, mudah pula kuat dengan sendirinya.

Pengelolaan perasaan adalah tentang seni.
Ia harus terus dipertajam, untuk menemukan mana arah dan pijakan yang paling tepat untuk dilabuhkan.

Tapi sekali lagi, pemantasan tak sekedar untuk pasangan.
Ia akan terus menjadi pembahasan yang melegenda bagi para usia dekade dua.

Ia harus tetap diwariskan dengan pemahaman yang baik, komposisi yang tepat, dan frekuensi yang seimbang.
Agar tetap menyenangkan dan menenangkan.

 

source: dokterpaus.tumblr.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s