Meracacacau · Tak Berkategori · Uneguneg

Tahan

tumblr_o15qckdmyc1uxbgkuo1_540

tahu gak?
apa salah satu hal yang bisa bikin aktifitas -yang katanya dakwah- kita nonsense dan useless terutama di mata orang-orang terdekat kita?

Keluar rumah ba’da subuh, baru kembali ke rumah lagi ba’da maghrib. Atau sudah kembali ba’da dzuhur, hanya untuk berganti baju dan langsung capcus lanjut ke agenda berikutnya. Atau bagaimana jika malamnya baru sampai rumah jam setengah dua belas malam dan baru bisa bersiap untuk tidur jam satu kurang, setelah sebelumnya mempersiapkan keperluan untuk agenda keberangkatan ba’da subuh nanti.

Dari langit yang masih gelap karena sang surya belum menampakkan diri sampai bertemu gelapnya langit lagi saat sang surya telah kembali ke peraduannya, semuanya dinikmati di jalan. Dan semuanya dinikmati di saat weekend :”)

Maka saat pulang kerumah,
Badan capai? Jelas.
Lappperr? Bangat :p.
Pengen langsung tidur? Sangat.

Kalau saya Normalnya sih gitu :p

Setelah weekdays full dengan rutinitas sehari-hari dari pagi sampai sore. Tentu menjadi hal yang sangat biasa jika menginginkan weekend yang full leyeh-leyeh (?) :p.

Tapi bukankah, katanya seorang dai memang bukan orang yang biasa? :p ((please! Don’t imagine superhero, haha))

“wal takum minkum ummatun yad’uuna ilal khoiri wa ya’muruuna bil ma’ruuf, wa yanhauna ‘anil munkar…”

..dan hendaklah ada diantara kamu, segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar..

Ini nih, ayat yang sering jadi pedoman mereka-mereka yang mengklaim dirinya sebagai seorang dai, mereka-mereka yang memilih untuk mengambil peran menjadi yang ‘segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar’ itu. Mereka-mereka yang memilih untuk tidak cukup menjadi hanya sekedar manusia biasa. Mereka-mereka yang memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai penyeru, penyambung risalah yang telah disampaikan dengan sempurna oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam.

Maka iya,
apa yang dikerjakannya pun biasanya sedikit berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh kebanyakan orang-orang biasa pada hari libur :).

Namun tetap sebagai seorang manusia yang bukan superhero (?) :P,
Maka tentu berasa sekali letihnya tubuh setelah sepagi tadi sudah melakukan beragam aktifitas fisik yang membuat pori-pori kulit mengeluarkan ribuan tetes buliran keringat *lebay yes, haha. Atau jika tidak banyak melakukan aktifitas fisik, ragam aktifitas fikir sepertinya juga memberikan effect keletihan yang sama pada tubuh *sokteubeut:p.

Disaat-saat seperti inilah,
biasanya kepulangan kerumah,
selain untuk mengistirahatkan tubuh dari keletihan,
juga menjadi ajang untuk menumpahkan semua keluhan yang dirasakan selama seharian tadi. *bukan kebiasaan banyak orang kali yah, kebiasaan saya pribadi lebih tepatnya. Hiks!:”””(
Teringat perkataan seorang ustadz,
“antum tahu gak?, apa salah satu hal yang bisa bikin aktifitas -yang katanya dakwah- kita nonsense dan useless terutama di mata orang-orang terdekat kita?” Tanya beliau. “Mengeluh” jawab beliau kemudian.

Iya, mengeluh. Grumble.

Menurut KBBI, mengeluh/me·nge·luh/ memiliki arti menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya). Lihat dari artinya, kayaknya mengeluh itu sudah menderita yang sangat bangat ya? :”(

Sedikit ucapan keluhan yang terlontar dalam lisan kita setiap habis melakukan aktifitas –yang katanya dakwah- ternyata membawa dampak yang sangat luar biasa, bagi penanaman pemahaman terhadap aktifitas dakwah pun juga frame yang terbentuk tentang seorang dai.

Apalagi jika yang mendengarkan keluhan kita itu adalah keluarga kita sendiri, yang notabene memiliki perhatian dan kasih sayang yang melimpah ruah untuk kita.

Coba fikir, ibu mana yang hanya diam saja waktu anaknya mengeluh dan bercerita kalau dia habis disuruh lari 10 puteran gedung, terus setelahnya kepalanya pusing, perutnya mual dan akhirnya muntah. Yakin, besok-besoknya kalau mau minta izin pergi untuk agenda yang sama, akan diiringi dengan kalimat-kalimat negatif tentang agenda tersebut. *pengalaman 😛

Maka,
Tahanlah semampu yang kita bisa :”)

Tahan diri untuk tidak mengeluh di depan orangtua kita, di depan keluarga kita, dan di depan manusia siapapun.

Coba tengok kisah para nabi atau kisah dari baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam –dia sang sebaik-baik teladan-.
Sekalipun mereka mendapatkan kesakitan, penderitaan, kekecewaan yang pastinya jauh berkali-kali lipat daripada yang kita alami, apa pernah ditemui ayat atau shiroh yang menceritakan mereka yang sedang mengeluh?

Eh ternyata ada, 😀

iya beneran ada.
please check your holy Qur’an, Surah Al Furqon:30, Yusuf: 86, Al Anbiyaa’:83.

disana disampaikan secara jelas, kepada siapa para teladan kita itu menyampaikan segala keluh kesahnya. :”)

Tidak kepada istri-istrinya, tidak kepada anak-anaknya. Tidak kepada satupun manusia. Mereka menyampaikannya langsung kepada Dia, Sang Pemilik segala kuasa. Sang Pemilik Semua Urusan.

I feel ashamed of being sad when my case in the hands of Allah (Anonymous)

Maka iya,
Tahanlah semampu yang kita bisa :”)

missal dirasa sudah ndak kuat,
buru-buru ke kamar mandi terdekat,
rendem kepala biar dingin, eh 😛
maksudnya ambil air untuk wudhu,
dirikan sholat, atau baca surat cinta Nya,
atau bisa juga dengan duduk mojok sendirian sambil mengangkat kedua tangan,
sampaikan apa yang sedang kita rasakan, tentang keletihan jasad, kepenatan fikir, ke-sesak-an hati.
setelahnya minta pada-Nya untuk diberikan kekuatan dan kemudahan untuk berusaha menjadi hambaNya yang gemar bersabar dan bersyukur :”).

 

Sibuk itu indah, lelah itu nikmat.
Karena ini bermakna bermanfaatnya usia, insyaallah :”)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s