Harta Karun · reblog

Beda Langit dan Bumi

Alaah, ya jelas saja jauh beda dan jelas perbedaannya. Langit di atas, bumi di bawah, langit nun jauh di sana, sedang bumi di bawah kaki anda. Laah, kalau itu mah semua orang tahu atuh mas!

Namun tahukah saudara, bahwa betapa banyak keindahan dan kenikmatan yang ada di langit, namun demikian tidak pernah ada orang yang berebut atau saling cemburu dalam urusan keindahan dan kenikmatan yang ada di sana, apalagi sampai jelek menjelekkan, atau gugat-gugatan, atau sikut-sikutan.

Berbeda dengan bumi, sebanyak apapun keindahan dan kenikmatan yang ada di bumi, perebutan, kecemburuan dan hasad terus saja terjadi antara dua orang atau bahkan lebih. Alasannya, hanya satu memperebutkan kenikmatan atau keindahan yang ada di bumi.

Tahukah anda, mengapa tiada seorangpun yang berebut atau hasad gara gara kenikmatan dan keindahan yang ada di langit?

Jawabannya sederhana: Karena anda tiada pernah merasa kawatir atau terancam tidak mendapat bagian dari keindahan atau kenikmatan tersebut. Sebanyak apapun orang memandangi dan menikmati keindahan dan kenikmatan langit, maka anda tidak kawatir akan kehabisan atau terhalangi dari mendapatkan hal yang serupa.

Berbeda dengan kenikmatan dan keindahan yang ada di bumi, semakin banyak orang mengambil dan menikmati, maka rasa kawatir dan takut semakin besar dalam diri anda; kalau kalau kehabisan dan akhirnya ndak kebagian. akhirnya, mulailah upaya memperebutkan bahkan menguasai agar tidak seorangpun turut mendapatkan kenikmatan yang ada di bumi tersebut.

Padahal, kalau anda orang yang beriman, seharusnya anda yakin bahwa rejeki anda tiada mungkin direnggut atau dikurangi oleh orang lain. Sebagaimana andapun juga tidak akan kuasa merebut rejeki orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنه لا تموت نفس حتى تستكمل رزقها وإن أبطأ عنها فاتقوا الله وأجملوا في الطلب ولا يحملنكم استبطاء الرزق أن تأخذوه بمعصية الله فإن الله لا ينال ما عنده إلا بطاعته

Sesungguhnya tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar benar telah mengenyam seluruh jatah rejekinya, walaupun ia bermalas malasan menjemput rejekinya itu. Karenanya tegakkanlah ketaqwaan kepada Allah, dan tempuhlah jalan jalan yang baik dalam mencari rejeki.

Jangan sampai karena kalian merasa rejekimu telat datangnya, kalian menjemputnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya karunia Allah tidaklah dapat digapai kecuali dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya (Al Bazzaar dan lainnya)

Dalam riwayat lain dinyatakan:

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

Andai anak keturunan Adam hendak melarikan dirinya dari jatah rejekinya, sebagaimana ia berusaha melarikan diri dari kematian, niscaya rejekinya itu akan menghampirinya sebagaimana kematian menghampirinya (Abu Nu’aim dan Ibnu ‘Asakir)

Adanya kekawatiran semacam ini bukan hanya menimpa orang awam, orang yang berilmu juga bisa saja dijangkiti kekawatiran serupa, kawatir kehilangan murid, kawatir kehilangan peluang usaha, kawatir kedudukan sosialnya turun atau redup, dan seterusnya.

Hanya orang orang yang mendapat pertolongan dan bimbingan Allah saja yang dapat selamat dari penyakit hasad dan iri karena kawatir jatah rejekinya direbut orang.

Ya Allah lindungi diri ini dari penyakit hasad, iri dan kekawatiran akan jatah rejeki-Mu.

Aamiin…

 

oleh : Dr. Muhammad Arifin Badri
source: http://dimaswidyatama.tumblr.com/post/156096869120/apa-beda-langit-dan-bumi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s