Meracacacau · Quote · they're said

Apa tidak cukup?

“apakah tidak cukup, bagi seorang wanita untuk berdakwah hanya dengan mendidik anak-anaknya dirumah?”

pertanyaan salah satu mba mba di jalasah ruhiyah kemarin sore..

*masih terngiang*

===

Cukup, tapi alangkah lebih baik lagi kalo semisal kita bisa berbuat yang lebih dari sekedar cukup.

===

iya :”)

ustadznya kemarin juga bilang, tentang berusaha mencipta banyak peluang kebaikan :”)

karena juga bukan sebuah jaminan, jika kita hanya fokus mendidik anak atau hanya berdakwah didalam keluarga saja.

coba tengok kisah keluarga nabi Nuh as, yang anak dan istrinya termasuk kedalam golongan yang celaka,

Apakah Nabi Nuh as tidak berdakwah kepada anak dan istrinya?

Atau Abu Lahab, paman Rasulullah sendiri, yang melihat sendiri dan mendengar langsung risalah yang diturunkan kepada keponakannya.

Apakah Rasulullah tidak berdakwah kepada paman nya?

:”)

jawabannya tentu Nabi Nuh dan Rasulullah sudah berdakwah terlebih dahulu kepada keluarganya.

Dan saya yakin (kata ustadznya), insyaaLlah Allah tidak akan mengazab Nabi Nuh dan Rasulullah saw atas kekafiran istri, anak dan pamannya.

tapi bukankah memang tugas kita hanya sebagai perantara hidayah? bukan sebagai Sang Pemberi Hidayah.

Maka ya tugas kita hanya berusaha sebaik baiknya untuk mencipta banyak peluang kebaikan, mencipta banyak peluang sebagai perantara hidayah bagi siapapun :”)

Banyak orang yang setelah menikah secara pelan tapi pasti undur diri dari medan dakwah. Kata mereka, sudah terlalu sibuk. Memang kenyataannya berumah tangga itu butuh keterampilan yang sangat baik dalam hal mengatur waktu. Akan tetapi, urgensi dakwah tidak berkurang, melainkan justru bertambah. Jika semangat dakwah luntur perlahan, ingat-ingatlah bahwa Anda takkan selamanya bersama keluarga. Suatu hari Anda akan meninggalkan mereka, atau mereka yang mendahului Anda. Bayangkanlah dunia macam apa yang akan mereka huni sepeninggal Anda. Jika Anda merasa resah, maka bergeraklah untuk mewujudkan perubahan. Ingat, Anda punya keluarga yang mesti diselamatkan! (Akmal Sjafril)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s