KisahParaNabi · reblog · sejarah

Rasa Takut

“Aku diutus dengan membawa jawami’ kalim”, tutur Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “dan aku diberi pertolongan dengan rasa takut yang dihunjamkan dalam dada-dada musuhku.”

Kalian bisa bayangkan? Bagaimana bisa jumlah pasukan nan kecil dan tak berpengalaman, berhadapan dengan 1000 serdadu terlatih, tapi yang takut malah mereka yang berjumlah lebih banyak?

Itu terjadi di Pertempuran Badar.

Kalian bisa bayangkan? Orang-orang yang datang dari jazirah Arab berbekal kemampuan tempur yang sederhana, tak tahu seluk beluk daerah yang didatangi, lalu melawan 500 ribu pasukan bertameng besi berbenteng gajah ganas. Tapi, yang takut malah mereka yang lebih besar?

Itu terjadi dalam perjuangan Umat Islam menundukkan tirani Persia, Romawi, Visigoth, Barbar, Frank, bahkan terulang dalam hampir semua Futuhât Islam.

Itulah salah satu rahasia dalam sejarah Umat Islam dibanding sejarah lainnya. Bahwa Allah menolong kaum Muslimin dengan kemampuan mengelola rasa takut, dan di saat yang sama, menghujamkan rasa takut pada musuh yang walau lebih kuasa dan lebih hebat secara logistik, namun rasa takut mereka jauh lebih besar.

Saya tidak habis pikir. Secara logika, kaum Muslimin di masa kepemimpinan Muawiyah bin Abi Sufyan baru pertama kali menjajaki dunia kelautan. Kapal mereka masih sangat rentan, sederhana dan mudah terjerembab.

Namun terbuktikan dalam Dzât As Shawâry tahun 655 Masehi -dalam literatur Barat ‘Battle of The Masts’ atau ‘Battle of Phoenix’- pertempuran laut pertama antara 200 kapal kecil kaum Muslimin menghadapi 1000 kapal perang Romawi Timur. Antara ‘pendatang baru’ dalam dunia maritim dan Imperium Romawi yang telah menguasai laut Mediterania berabad-abad hingga menamai laut itu ‘Mare Nostrum’ (Laut Kita).

Siapa pemenang pertempuran? Semua sejarawan bergeleng kepala; Umat Islam pemenangnya! Dan hal ini terus berulang bahkan hingga hari ini. Bisa kawan seksamai dalam medan juang Palestina; ketika pejuang berbekal batu dan ketapel, melawan tank Merkava dan Helikopter Apache israel. Siapa yang takut? israel.

Jika kita bisa mengukur rasa takut bangsa-bangsa dunia ini, bukan umat Islam di reruntuhan bangunan Suriah yang takut, namun Bashar Assad dan kroninya bergetar dibalik moncong senjata.

Bukan orang-orang yang bertahan di Gaza yang menggigil takut, melainkan israel yang lututnya tak kuasa menopang ketakutannya, berlindung dibalik tank-tank yang suatu saat bisa meledak karena batu kerikil.

Pun sejatinya, kita di Indonesia tak perlu takut dengan ancaman serbuan cina, komunis, syiah atau apapun itu. Namun tak takut bukan berarti tidak siaga. Sebenarnya mereka yang takut, “engkau mengira mereka bersatu padu, padahal hati mereka berpecah belah”, firman Allah.

Mari belajar untuk menelisik rahasia-rahasia besar Umat ini. Jangan takut dan tetap siaga. Jangan asal memikirkan yang terkesan paranoid, yang membuat orang mengira kita sangat takut. Sebab jika kita bersandar pada yang Mahakuat, tak akan ada yang bisa mengganggu kita.

Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah
Wahai pewaris keberanian Umat Rasulullah

Pict : Battle of The Masts 655,تاريخنا العظيم
source: http://edgarhamas.tumblr.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s