Harta Karun

#1 Mengenalmu:Bersama Rupa Tubuhmu

tumblr_ogzlhgeijs1qcl4yko1_1280

Serampai cerita menyampaikan rindu kepada Al Mustofa. Disadur dari kitab Asy Syamil Al Muhammadiyah karya Imam At Tirmidzi. Hanya sebatas interpretasi tekstual yang dituang dalam cerita dialog imaginer, bukan syarah ataupun ulasan ilmiah.

 

“Tidakkah kau rindu kepadanya?” Tanyamu sambil merentang tangan menjaga keseimbangan berjalan diatas pematang.
.
“Rindu. Sangat rindu.” Jawabku sambil memandang keatas langit yang mulai berawan.
.
“Kau tahu? perawakannya tidak terlalu tinggi ataupun pendek. Tingginya sedang diantara kaumnya. Mungkin seperti kita diantara teman-teman sekolah.” Ujarmu membayangkan sosok yang sedang kita bicarakan itu. Membuatku tersenyum ringan.
.
“Ya. Rambutnya ikal, tidak keriting ataupun layu. Mungkin persis punyamu.” Sahutku. Kau pun menyibak rambutmu mendengarnya.
.
“Tapi rambutnya panjang sampai ke bahu. Bahunya pun bidang. Tidak gemuk ataupun kurus. Pasti tampak gagah kalau bisa dipandang langsung.” Ujarmu sambil melompati celah air antara dua petak sawah.
.
“Kau ingat teman kita Farid yang keturunan Arab itu, yang kulitnya putih kemerah-merahan? Mungkin kulitnya pun tak jauh dari itu.” Sahutku mengingatkan kepada seorang kawan.
.
“Ya aku ingat. Dagunya juga tak lancip, dengan wajah yang agak bundar. Matanya hitam pekat dengan bulu mata yang lentik. Pasti rupawan sekali wajah yang ia punya.” Lanjutmu sambil membelai daun-daun padi yang sudah cukup tinggi.
.
“Ya. Dia juga pemilik adab yang mulia. Jika berpaling, berpaling seluruh badannya. Perangainya lembut dan ramah dalam pergaulan.” Ujarku sambil memandang sekumpulan awan berarak pelan.
.
“Ya. Tuturnya lembut. Dengan gigi seri yang renggang, ketika ia bicara seakan keluar cahaya diantara gigi serinya. Hatinya juga paling pemurah diantara manusia.” Sahutmu sambil berdiam sesaat mengamati serangga yang hinggap di punggung tanganmu.
.
“Aku rasa orang yang pernah bertemu dengannya akan menaruh hormat padanya.” Ujarku yakin.
.
“Tentu saja. Mereka yang pernah berkumpul dengannya pasti akan mencintainya. Mereka akan selalu berujar bahwa belum pernah mereka menemukan orang seistimewa beliau. Sebelum atau sesudahnya.” Jawabmu mantap.
.
“Ya. Dia memang yang paling istimewa. Putra dari garis darah yang istimewa. Yang mewarisi pula kemiripan wajah dari moyangnya, sang penghulu garis darah paling istimewa.” Lanjutku sambil memetik sebutir biji padi paling kuning.
.
“Dia dan moyangnya Ibrahim. Menurutmu, apakah kita bisa berjumpa dengan keduanya?” Tanyamu tiba-tiba.
.
“Semoga.” Jawabku lirih.

 

source: muamarsalim.tumblr.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s