challenge · Harta Karun

#KisahParaNabi 21: Kisah Umat-Umat yang Dibinasakan Secara Keseluruhan (2)

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

 

Kisah Kaum Yasin

“Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk negri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, ‘Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu’.” (QS. Yasin: 13-14).

Diriwayatkan secara masyhur dari sebagian besar kalangan salaf dan khalaf bahwa negri yang dimaksud dalam surat Yasin ini adalah Anthakia. Di negri ini tinggal seorang raja yang bernama Anthikhas bin Antikhas. Ia menyembah berhala, begitu juga dengan kaumnya. Untuk itulah kemudian Allah mengutus tiga orang rasul kepada mereka, ketiganya bernama Shadiq, Mashduq dan Syalum. Namun, baik sang Raja maupun kaumnya, mayoritas menolak ajakan yang disampaikan oleh ketiga rasul tersebut.

“Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka” (QS. Yasin: 15). Sama seperti yang dikatakan oleh umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya. Mereka menolak ajaran mereka (para rasul) dengan dalih bahwa mereka sama-sama manusia.

“Allah mengetahui bahwa kami adalah para utusan-Nya. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.” (QS. Yasin: 16-17) Jawab para utusan Allah atas penolakan kaum Yasin. “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami rajam kamu. Dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami” (QS. Yasin: 18), mereka kaum Yasin berkata bahwa mereka bernasib sial karena kehadiran para utusan Allah tersebut. Mereka bahka menyampaikan ancaman akan menyakiti para Rasul jika mereka tidak berhenti menyeru kepada kaumnya.

Dalam ayat ke-20 sampai 21 surat Yasin, kita akan menemui salah satu kisah termahsyur yang terdapat dalam surat ini. Menurut beberapa riwayat, namanya Habib bin Mara, dia berprofesi sebagai tukang kayu. Habib inilah yang diabadikan Allah dalam ayat ke 20, “Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas, dia berkata, ‘Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk’.” Saat kaumnya melakukan penolakan dan mengancam para utusan Allah, Habib datang dengan bergegas untuk membela para rasul dan menyatakan beriman kepada mereka. Dia juga mengajak kaumnya untuk beriman kepada apa yang dibawa oleh para utusan Allah, dikarenakan mereka membawa kebenaran murni tanpa meminta upah atau imbalan.

Setelah itu, ia menyeru kepada kaumnya untuk beribadah kepada Allah semata, melarang mereka untuk menyembah apapun yang sama sekali tidak bisa memberikan kebermanfaatan baik didunia maupun akhirat (QS. Yasin: 22-24). Kemudian ia berkata kepada para rasul, “Sesungguhnya, aku telah beriman kepada Rabbmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku” (QS. Yasin: 25). Menurut salah satu pendapat, makna ayat ini adalah ‘maka dengarkanlah kata-kataku dan jadilah saksi untukku dihadapan Rabb kalian. Sedangkan pendapat lain menyebutkan dia menyampaikan secara terang-terangan di hadapan kaumnya, pengakuan keimanan kepada ajaran yang dibawa para utusan tersebut.

Menurut salah satu pendapat, setelah menyampaikan pengakuan keimanan dihadapan kaumnya, Habib dibunuh dengan cara dirajam, yang lain menyebutkan dengan cara dipotong-potong, yang lain menyebut dengan cara dikeroyok beramai-ramai lalu dibunuh. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Ma’ud, ia mengatakan, “Mereka menginjak-injak orang itu hingga ususnya keluar”.

“Dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke surga’” (QS. Yasin: 26), Allah mempersilahkan kepadanya Habib untuk masuk kedalam surga, setelah sebelumnya ia meninggal terbunuh oleh kaumnya karena menunjukkan keimanannya. Saat merasakan kebahagian didalam surga, ia mengatakan ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan Rabbku memberi ampunan kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan’ (QS. Yasin: 26-27).

Ibnu Abbas mengatakan, “Ia menasehati kaumnya saat masih hidup ‘Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu’. Dan juga setelah wafatnya, ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan Rabbku memberi ampunan kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan’.” (HR. Ibnu Abi Hatim). Ia sangat menyayangi kaumnya dan menginginkan kebaikan untuk kaumnya, untuk itulah ia berharap agar kaumnya mengetahui kenikmatan yang ia raih.

Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya. Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati (QS. Yasin: 28-29)

Setelah wafatnya Habib, Allah tidak menurunkan satu pasukan pun untuk menyiksa mereka yang telah mendustakan para rasul-Nya dan membunuh wali Nya. Para mufassir mengatakan, “Allah mengirimkan Jibril kepada mereka. Jibril kemudian mengangkat dua pintu gerbang kota mereka, setelah itu Jibril berteriak kencang ‘Dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati’. Teriakan itu membuat mereka semua terdiam tak bersuara, tak bergerak, dan tidak ada satu matapun yang berkedip.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s