challenge · KisahParaNabi

#KisahParaNabi 20: Kisah Umat-Umat yang Dibinasakan Secara Keseluruhan (1)

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

 

Kisah Penduduk Rass

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa, kitab Taurat sesudah Kami binasakan generasi-generasi terdahulu” (QS. Al Qashas: 43).

Ayat diatas menegaskan bahwa setelah Allah menurunkan Taurat, maka Allah menghentikan azab keseluruhan ummat atau Allah tidak lagi membinasakan suatu kaum dengan azab dari langit atau bumi, kecuali penduduk suatu negri yang wujud mereka diubah menjadi kera.

Dalam QS. Al Furqan: 38-39, Allah berfirman “Dan (telah Kami bianasakan) kaum Ad dan Tsamud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi diantara (kaum-kaum) itu. Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya”. Dan dalam QS. Qaf: 12-14, Allah berfirman “Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Tsamud telah mendustakan (rasul-rasul) dan (demikian juga) kaum Ad, kaum Fir’aun dan kaum Luth”.

Penduduk Rass adalah nenenk moyang dari kaum Ad. Ibnu Abbas mengatakan “Rass adalah nama sebuah sumur di Adribijan”.

Alkisah, Penduduk Rass tinggal di wilayah Hadhur. Mereka memiliki sebuah sumur yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan irigasi perswahan. Suatu ketika, setan muncul dihadapan mereka dalam wujud sebenarnya dan mengatakan, “Sungguh, aku tidak mati. Aku hanya tidak terlihat oleh kalian, sehingga aku bisa melihat apa yang kalian lakukan”. Kemudian setan juga memerintahkan mereka untuk membuat tabir penghalang antara mereka dengannya, dan dibalik tabir itulah setan memberitahukan kepada penduduk Rass bahwa ia tidak akan mati selamanya. Mayoritas penduduk Rass mempercayainya dan sangat senang dengan keberadaan seseorang yang dapat hidup abadi diantara mereka, mereka terfitnah dan akhirnya menyembahnya.

Allah kemudian mengutus seorang nabi kepada penduduk Rass. Nabi itu memberitahukan kepada penduduk Rass bahwa yang mereka ajak bicara dan yang mereka sembah dibalik tabir itu adalah setan. Nabi itu juga memberikan peringatan kepada mereka untuk berhenti dan tidak menyembahnya lagi, dan memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah semata.

As Suhaili menuturkan, “Nabi itu bernama Hanzhalah bin Shafwan, ia diberikan wahyu saat tidur. Penduduk Rass lantas memperlakukan Hanzhalah dengan semena-mena, membunuhnya dan melemparkannya ke dalam sumur. Sumur air tersebut kemudian mongering, mereka pun akhirnya ditimpa dahaga yang sangat akibat kehilangan sumber air minum. Pepohonan mereka mongering dan tidak mampu berbuah, negri mereka hancur dan berubah menjadi sangat tandus dan liar setelah sebelumnya nyaman untuk ditempati, mereka terpisah setelah sebelumnya menyatu dan berkumpul. Mereka semua binasa. Tempat-tempat mereka kemudian dihuni oleh Jin dan binatang-binatang liar, sehingga yang terdengar hanya suara Jin dan auman binatang buas”.

===

no comment 😀

to be honest, saya baru pertama kali tahu tentang penduduk Rass ini setelah membaca buku Ibnu Katsir ini, *parah bangat yah –__–, bahkan saya juga baru tahu kalo nama mereka juga terdapat di dalam Al Qur’an.

Dan bagi yang penasaran dan langsung buka Al Qur’an terjemahan, pada ayat 38 di surat ke-25 ini kita akan menemui sebuaah catatan kecil yang mengatakan bahwa Penduduk Rass adalah penduduk nabi Syu’aib as. *Nahloh!. Wallahu a’lam bis showab.

Terlepas dari perbedaan ini–yang saya juga berlepas diri darinya, karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini—, tetap yah bagi mereka yang enggan menerima nasihat kebaikan, ajakan bertauhid maka kelak Allah akan menurunkan kuasa-Nya untuk menyadarkan umat ciptaan Nya, baik yang sedang berdusta saat itu maupun umatnya yang memiliki keinginan untuk mencontoh perilaku mereka sebelumnya. Seharusnya ini bisa menjadi pelajaran dan pengingatan bagi kita, ya kan? :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s