challenge · Harta Karun

#KisahParaNabi 19: Kisah Nabi Zulkifli as

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang Shalih” (QS. Al Anbiyaa’: 85-86).

“Dan ingatlah Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik”. (QS. Shad: 48).

Tekstual ayat Al Qur’an menyebut Zulkifli dengan pujian bersamaan dengan para tokoh nabi yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang nabi. Ibnu Jarir dan Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid mengatakan bahwa Zulkifli bukanlah seorang nabi, ia hanyalah seorang yang shalih. Wallaahu a’alam.

Ia menjamin kaumnya untuk mengurus persoalan mereka, memutuskan perkara diantara mereka dengan adil. Ia melakukan semuanya, karenanya ia disebut Zulkifli.

Dalam kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Jariri dan Ibnu Abi Hatim, “Saat Yasa’ beranjak tua, ia berkata, ‘Aku akan menunjuk seseorang sebagai penggantiku untuk mengurus kaumku selagi aku masih hidup, agar bisa melihat bagaimana kerjanya’. Ia kemudian mengumpulkan semua orang lalu mengatakan, ‘Siapa yang mau menerima tiga hal dariku, akan kutunjuk sebagai penggantiku; puasa pada siang hari, shalat pada malam hari dan tidak marah’.”

Seseorang berdiri dan menyanggupi persyaratan yang disampaikan Yasa’. Yasa’ bertanya, ‘kau sanggup berpuasa pada siang hari, shalat pada malam hari dan tidak marah?’. ‘Ya’, jawab orang tersebut. Namun, Yasa’ menolak orang tersebut pada hari itu. Yasa’ kemudian mengatakan hal yang sama pada hari yang lain, semua orang terdiam, tetapi kemudian orang yang sebelumnya mengajukan diri, kembali berdiri dan menjawab ‘Aku’. Akhirnya Yasa’ menunjuk orang tersebut sebagai penggantinya. Dan orang tersebut adalah Zulkifli.

Setelah Zulkifli terpilih  sebagai pengganti Yasa’ untuk mengurusi urusan ummat. Dia melakukan semua persyaratan yang diajukan kepadanya sebelumnya. Hingga Iblis menjadi ‘gerah’ dan berkata kepada setan, “godalah dia”. Setelah berusaha untuk menggodanya, setan tidak berhasil. Akhirnya Iblis mengatakan, “Biar aku yang menghadapinya”.

Iblis kemudian menemui Zulkifli dalam wujud orang tua renta dan fakir. Iblis menemuinya pada saat Zulkifli tengah tidur siang –ia tidak pernah tidur di siang hari selain pada saat itu-.

Iblis mengetuk pintunya, Zulkifli bertanya, ‘Siapa itu?’. Iblis menjawab, ‘Orang tua yang teraniaya’. Zulkifli bangun dan membukakan pintu untuknya. Iblis yang berwujud sebagai orang tua renta itu kemudian mengarang cerita untuk menyampaikan permasalahannya. ‘Aku dan kaumku terlibat permusuhan. Mereka memperlakukan diriku secara semena-mena, melakukan ini dan itu kepadaku’. Iblis terus bercerita. Hingga Zulkifli berkata kepadanya untuk datang menemuinya di sore hari nanti, ‘Jika kau mau datang sore nanti, aku akan mengembalikkan hakmu’.

Pada sore harinya, Zulkifli duduk didalam majelisnya. Ia menanti-nanti kehadiran orang tua yang datang menemuinya di siang tadi, namun ia tak kunjung melihatnya. Pada keesokkan harinya, Iblis kembali datang menemuinya. Ia mengarang-ngarang cerita kembali. ‘Kaumku adalah kaum yang paling buruk. Saat melihatmu duduk memutuskan perkara dengan adil, mereka mengatakan akan memberikan hakku. Namun setelah engkau pergi, mereka akan kembali mengingkari hakku’. ‘Kembalilah sore nanti’, pinta Zulkifli kembali.

Pada sore harinya, kembali Zulkifli duduk didalam majelisnya untuk memutuskan perkara diantara orang-orang yang bertikai. Namun orang tua yang sudah menemuinya dua kali tak jua kunjung datang. Maka ia pulang ke rumahnya. Ia ingin beristirahat sejenak, untuk itu ia berpedan kepada salah satu dari keluarganya untuk menyampaikan kepada siapapun yang ingin menemuinya, untuk kembali datang menemuinya nanti setelah dia beristirahat.

Pada saat itulah, iblis kembali datang ke rumahnya dalam wujud yang masih sama, lelaki tua yang renta. Salah satu keluarganya mengatakan bahwa dia tidak bisa menemui Zulkifli pada saat ini. Saat Iblis tidak berbuat apa-apa, ia melihat ada sebuah lubang di dinding rumah, ia lalu memanjatnya, hingga bisa masuk kedalam rumah.

Zulkifli terbangun dan terkaget melihat lelaki tua sudah berada didalam rumahnya. Iblis kemudian mengakui bahwa dirinya adalah musuh Allah, ‘kau membuatku tak berdaya dalam segala hal, akhirnya aku melakukan semua yang kau lihat ini untuk membuatmu marah’.

Karena itulah Allah menyebutnya ‘Zulkifli’ (Sanggup), karena ia sanggup menjamin untuk melaksanakan suatu hal, dan ia penuhi janjinya itu.

===

Tidak banyak kisah yang bisa disampaikan dalam Al Qur’an tentang nabi ini :). Dalam Al Qur’an pun nama nabi Zulkifli hanya muncul sebanyak dua kali (pada ayat yang tertulis di atas). Walaupun sedikit kisahnya, tetap ya 🙂 ada banyak teladan yang bisa dicontoh. Menepati janji :). Jika kita membuat janji atas dasar karena Nya, maka percayalah Dia akan membantu kita untuk memenuhinya dengan berbagai cara-Nya :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s