challenge · KisahParaNabi

#KisahParaNabi 16: Kisah Nabi Yusuf as (2)

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

 

“Sungguh, Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki…”

Ketika menghendaki sesuatu, Ia mempersiapkan dan mempermudah sebab-sebabnya dari berbagai sisi yang tidak diketahui manusia. Allah menakdirkan dan mempermudah semua itu dengan kelembutan ciptaan dan keagungan kuasa-Nya.. :).

–Ibnu Katsir QS. Yusuf ayat 100–

Bismillah,
Sebelumnya dikisahkan bahwa Yusuf ditemukan oleh gerombolan musafir yang sedang melewati sumur tempat Yusuf berada. Mereka mengeluarkan Yusuf dari sumur, untuk kemudian mereka jual sebagai seorang budak dengan harga yang sangat murah.

“Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, ‘Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik. Mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita angkat dia sebagai anak” (QS. Yusuf: 19). Para muffasir menuturkan, penduduk Mesir yang membeli Yusuf adalah seorang Mentri Mesir. Ibnu Ishaq mengatakan namanya Isthafir bin Ruhaib. Nama Istrinya adalah Ra’il binti Ramayil, sedangkan ‘Zulaikha’ adalah nama julukannya.

Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, bahwa ada tiga orang yang paling tajam firasatnya, mereka adalah; Penguasa Mesir saat berkata kepada istrinya Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik’, seorang wanita yang berkata kepada ayahnya tentang Musa ‘Wahai ayah, ambillah ia sebagai orang yang berkerja pada kita sebagai orang yang berkerja (pada kita)’ (QS. Al Qashash: 27), dan Abu Bakar Ash Shiddiq kala menunjukkan Umar bin Khatab sebagai penggantinya.

“Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negri (Mesir)” (QS. Yusuf: 21). Setelah ditinggalkan oleh saudara-saudaranya dan di jual sebagai budak, Allah kemudian memberikan anugrah kepada Yusuf berupa kehidupan yang baik bersama penguasa Mesir dan istrinya.

Dalam QS. Yusuf: 23-29, disampaikan salah satu kisah yang paling popular dari sejarah kisah hidup nabi Yusuf as. Yusuf tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan menawan. Hal ini membuat istri Penguasa Mesir tergoda dan meminta Yusuf melakukan sesuatu yang tidak patut dengan kondisi dan kedudukannya. Namun karena Yusuf adalah seoarang nabi, berasal dari keturunan nabi, Allah menjaga dirinya dari perbuatan keji. Yusuf adalah pemimpin para pemimpin terpandang, salah satu diantara tujuh orang bertakwa yang mendapat naungan Allah, yang disebutkan dalam kitab Shahihain Imam Bukhari, dari Rasulullah saw “Ada tujuh golongan yang Allah akan Menaungi mereka dibawah naungan Nya pada hari dimana tiada naungan selain naungan Nya;…… ‘lelaki yang diajak (berbuat zina) oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, tapi ia menolak dan mengatakan ‘Sungguh, aku takut kepada Allah’.”

Berita tentang istri salah seorang mentri Mesir yang merayu pelayannya (Yusuf) terdengar hingga ke seluruh kota. Allah menyampaikan tentang celaan dari istri-istri para mentri dan putri-putri para pembesar terhadap istri seorang mentri tersebut, karena telah merayu seorang pelayan  yang tidak sederajat baginya. Karena itulah mereka mengatakan, “Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata”.

Maka ketika wanita tersebut (istri mentri Mesir) mendengar cercaan mereka terhadap dirinya. Ia kemudian membuat sebuah jamuan dan mengundang semua istri dan putri para pembesar Mesir. Mereka diberi jamuan dan diantara salah satu jamuan itu terdapat makanan yang harus dipotong dengan menggunakan pisau. Istri mentri tersebut kemudian meminta Yusuf untuk keluar dan muncul ditengah jamuan.

Maka ketika para istri dan putri pembesar Mesir melihatnya, mereka mengagungkan dan memuliakannya. Keelokan Yusuf membuat mereka terpesona, hingga membuat mereka melukai tangan mereka dengan pisau-pisau tanpa mereka sadari. “Seraya berkata, ‘Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia’.”

Untuk meredakan komentar orang terkait kasus penggodaan istrinya terhadapa pelayannya –meski ia (mentri Mesir) mengetahui bahwa Yusuf tidak bersalah–, ia memutuskan untuk memenjarakan Yusuf. Ini termasuk bagian dari takdir Allah untuk melindungi Yusuf.

Di dalam penjara Yusuf berada satu kamar bersama dua orang yang lainnya. selama didalam penjara, sifat dan perilaku Yusuf membuat keduanya kagum. Hingga suatu saat keduanya bermimpi. Ali tafsir menyebutkan, keduanya bermimpi pada malam yang sama. Salah satu diantaranya bermimpi memeras anggur dan memberikannya kepada raja. Sedangkan yang lainnya bermimpi, diatas kepalanya ada tiga lapis roti, lalu burung-burung buas memakan roti bagian atas.

Kedua pemuda itu kemudian mengisahkan mimpi masing-masing dari mereka itu kepada Yusuf dan memintanya untuk menjelaskan takwil dari mimpi itu. Yusuf kemudian menakwilkan mimpi mereka. Setelahnya Yusuf berpesan kepada salah satu temannya, kelak ketika dia dibebaskan keluar penjara untuk memberitahukan kepada tuan tempat dia berkerja terkait perihal dan kondisi Yusuf, bahwa Yusuf sama sekali tidak bersalah. Namun, takdir Allah. Sekeluarnya temannya itu dari penjara, Allah mebuatnya lupa akan pesan nabi Yusuf.

Setelah beberapa waktu lamanya. suatu ketika Raja mesir saat itu bermimpi ada tujuh ekor sapi betina kurus yang memakan tujuh sapi betina gemuk. Raja terbangun dari tidurnya dalam keadaan ketakutan. Setelah itu raja tertidur kembali, dan bermimpi ada tujuh tangkai gandum yang kering kemudian memakan tujuh tangkai gandum yang gemuk (QS. Yusuf: 43-49).

Setelah itu ia menceritakan mimpinya kepada para pemuka kaumnya, juga kepada kaumnya. Namun tak seorang pun diantara mereka yang bisa menakwilkan mimpi raja tersebut. Saat itulah, pemuda yang pernah dititipi pesan oleh nabi Yusuf teringat akan pesannya dan menyampaikan kepada tuannya, bahwa ada seseorang yang dapat menakwilkan mimpi raja.

Berdasarkan informasi tersebut, Raja kemudian memanggil Yusuf. Setelah Yusuf datang, raja menceritakan mimpinya yang kemudian ditakwilkan oleh Yusuf. Yusuf memberitahu bahwa akan terjadi masa subur selama tujuh tahun, kemudian disusul masa kemarau hebat selama tujuh tahun. Setelah menakwilkan mimpi raja, Yusuf juga tak lupa memberikan saran kepada raja untuk mengerjakan apa-apa yang sebaikanya dilakukan dalam kedua musim tersebut.

Setelah mengetahui kesempurnaan imu, akal dan pemahaman Yusuf. Raja kemudian memerintahkan untuk mengeluarkan Yusuf, dan menjadikannya sebagai orang terdekatnya. Sekeluarnya dari penjara, Yusuf meminta kepada raja agar ia diberikan wewenangan untuk mengawasi logistik negri, agar ia bisa menjaga dan mengawasi keperluan makanan untuk banyak orang dengan cara yang diridhai Allah. Ini menunjukkan, bahwa orang yang menilai dirinya bisa dipercaya dan memiliki kapasitas, diperbolehkan meminta jabatan.

===

Late post 😛

Jadi ceritanya bagian ini sebenarnya sudah selesai kemarin senin,
eh, engga dink.. 😛

Jadi awalnya saya mau membuat kisah bagian nabi tampan ini hanya menjadi dua bagian saja,

Tetappi setelah saya buat ringkasan lanjutan kisahnya, ternyata jadinya panjang sekali kalo dijadikan satu postingan.

Akhirnya diputuskan untuk jadi dua bagian aja :”)

©octaraisa

note: semoga bisa istiqomah upload #kisahparanabi every weekday :), as challenge for myself :)) cz Einsten said: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”. so, hope you all enjoy this story :))

#kisahparanabi juga bisa dilihat di http://octaraisa.tumblr.com/tagged/… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s