challenge · KisahParaNabi

#Kisah Para Nabi 15: Kisah Nabi Yusuf as (1)

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

 

“Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui” (QS. Yusuf: 3)

Dalam riwayatnya, Imam Bukhari mengatakan, dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda “orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia dan putra orang mulia adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim, kekasih Allah”

Iyap, pada kesempatan ini kita sampai pada kisah manusia tertampan kedua didunia :*:)

Seperti telah disampaikan pada kisah nabi Ya’qub sebelumnya, beliau memiliki dua belas anak laki-laki. Dan yang paling mulia dan agung diantara mereka adalah Yusuf.

“(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku’. Dia (ayahnya) berkata, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan) mu” (QS. Yusuf: 4)

Para mufassir menuturkan, saat Yusuf masih kecil dan belum baligh, ia bermimpi seakan-akan sebelas bintang –sebagai isyarat kesebelas saudaranya-, matahari dan bulan –keduanya mengisyaratkan orangtuanya- mereka semua bersujud kepadanya. Yusuf tercengang. Saat bangun, ia menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Ayahnya mengerti, kelak Yusuf akan meraih kedudukan tinggi di dunia dan akhirat, karenanya ayah dan seluruhn saudaranya akan tunduk padanya dalam kedudukan itu. Ayahnya memerintahkan Yusuf muda untuk tidak menceritakan perihal mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya, agar mereka tidak menjadi hasad, berbuat zalim dan melakukan tipu daya terhadapnya.

Allah dengan jelas mengatakan dalam salahsatu firman Nya, bahwa Ia memilih Yusuf sebagai seorang nabi, sebagaimana nikmat yang diberikan kepada ayahnya, dan kedua kakeknya. “Dan demikianlah, Rabb memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, yaitu Ibrahim dan Ishaq. Sungguh Rabbmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana’.” (QS. Yusuf: 5-6)

Dalam QS. Yusuf ayat 7-10, dikisahkan bagaimana sifat hasad menyelimuti hati saudara-saudara Yusuf. Mereka cemburu, karena menurut mereka Yusuf dan saudaranya –saudara seibu, Bunyamin- lebih dicintai Ayah mereka daripada mereka, padahal jumlah mereka –jumlah saudara seibu- lebih banyak. Digiring oleh rasa hasad inilah, maka saudara-saudara Yusuf yang lainnya mulai merencanakan sebuah tipu daya untuk menghilangkan Yusuf, agar perhatian dan cinta ayahnya hanya tertuju kepada mereka.

Mereka –saudara-saudara Yusuf- bersepakat untuk memasukkan Yusuf kedalam sumur. “Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur..” (QS. Yusuf: 15). Setelah diletakkan didalam sumur, mereka pulang meninggalkannya, sebelumnya mereka mengambil baju Yusuf untuk kemudian dilumuri dengan darah dari seekor kambing.

Setelah itu itu mereka pulang menemui ayah mereka sambil menangis dan berkata “Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami. Lalu dia dimakan serigala. Dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami sekalipun kami berkata benar”. Merekapun tak lupa untuk menunjukkan bukti baju Yusuf yang sudah berlumuran darah, namun sayangnya mereka lupa tidak merobek-robek baju tersebut. Sehingga tampaklah kedustaan yang mereka lakukan. Nabi Ya’qub mengerti betul akan sifat hasad dan dengki yang telah menyelimuti hati anak-anaknya. Karena itulah Ya’qub berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka hanya bersabar itulah yang terbaik bagiku. Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (QS. Yusuf: 15-18).

Allah menuturkan kisah Yusuf saat berada didalam sumur. Yusuf duduk menantikan jalan keluar dan kelembutan Allah terhadapnya. Hingga pada akhirnya, datanglah segerombolan musafir yang sedang melewati sumur tempat Yusuf berada, salah satu diantara mereka berniat untuk mengambil air didalam sumur. Dan saat akan memasukkan timba kedalam sumur, mereka terkejut mendapati Yusuf sedang bergantungan pada timba itu.

Saat melihat seorang anak muda, para musafir itu merasa sangat senang. “Oh senangnya. Ini adalah seorang anak muda! Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” (QS. Yusuf: 19).

Pada bagian selanjutnya, kita akan mendapati kisah Yusuf muda yang diperdagangkan sebagai seorang budak dengan harga murah. Hingga akhirnya diperkerjakan sebagai seorang pelayan, digoda oleh istri pejabat hingga akhirnya dimasukkan kedalam penjara.

Allah tidak mengubah ketetapan-Nya untuk Yusuf, karena dibalik kejadian itu terdapat banyak hikmah agung. Takdir kasih sayang Nya untuk penduduk Mesir, Allah jalankan melalui sosok Yusuf kecil yang memasuki Mesir sebagai seorang budak. Hingga pada akhirnya, Allah akan menjadikan Yusuf sebagai pemegang kendali urusan-urusan besar di negri tersebut, dan melalui sosok Yusuf jugalah, Allah memberikan manfaat pada penduduk Mesir, baik manfaat dunia maupun akhirat yang tak terbatas dan terbayangkan.

©octaraisa

note: semoga bisa istiqomah upload #kisahparanabi every weekday :), as challenge for myself :)) cz Einsten said: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”. so, hope you all enjoy this story :))

#kisahparanabi juga bisa dilihat di http://octaraisa.tumblr.com/tagged/… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s