challenge · Harta Karun

#Kisah Para Nabi 10: Kisah Nabi Luth as

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

Seperti yang telah disampaikan pada awal kisah nabi Ibrahim as. Nabi Luth as adalah putra dari Haran bin Tarikh, saudara Nabi Ibrahim. Luth adalah keponakan Ibrahim Al Khalil.

Dalam perjalanannya, setelah meninggalkan negeri pamannya. Nabi Luth singgah di kota Sodom di negeri Ghaur Zaghar. Sodom adalah ibukota negeri tersebut. Kota Sodom dihuni oleh penduduk yang amat keji, mereka merampok dan tidak saling melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Kaum nabi Luth ini, kaum Sodom adalah kaum pertama yang melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan seorang manusia pun sebelumnya, homoseksual.

Mereka meninggalkan para wanita yang diciptakan Allah untuk dicampuri. Untuk itulah Nabi Luth menyeru kepada mereka untuk beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka melakukan perbuatan keji, mereka tidak menerima seruannya juga tidak beriman. “usirlah Luth dan keluarganya.., sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci” (QS. An Naml:56), mereka mencela nabi Luth dan keluarganya –Allah menyucikan nabi Luth dan keluarganya, kecuali istrinya–.

“datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar” (QS. Al ‘Ankabuut: 29), mereka meminta agar azab pedih dan siksaan besar yang diancamkan agar ditimpakan pada mereka. Saat itulah nabi Luth berdoa, meminta pertolongan dari Nya.

Dalam QS. Adzh Dzaariyaat:31-37, disebutkan bagaimana Allah mengirimkan para utusan mulia dari kalangan malaikat untuk mendatangi kaum Nabi Luth. Sebelum mendatangi kaum Nabi Luth, para utusan malaikat ini singgah terlebih dahulu di tempat nabi Ibrahim untuk memberitahukan kabar gembira akan kelahiran Ishaq.

“dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luth, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya..” (QS. Hud: 77). Para mufassir menjelaskan, setelah para malaikat pergi meninggalkan Ibrahim –mereka adalah Jibril, Mikail, dan Israfil- mereka mendatangi kaum Sodom dalam wujud pemuda-pemuda tampan sebagai ujian dari Allah untuk kaum nabi Luth.

“..dadanya merasa dempit..”, menggambarkan bagaimana perasaan Nabi Luth as saat para pemuda tampan itu datang bertamu kerumahnya. Mereka bertamu ke kediaman Luth saat matahari terbenam. Nabi Luth khawatir jika tidak mempersilahkan mereka datang bertamu, maka mereka akan dijamu oleh salahsatu dari kaumnya. Sebelumnya kaum nabi Luth telah melarangnya untuk tidak menerima tamu laki-laki.

Pada awalnya nabi Luth menerima para tamu tersebut tanpa diketahui seorang pun selain keluarganya. Namun kemudian istrinya keluar dan memberitahukan kaumnya, ‘dirumah Luth ada beberapa laki-laki. Belum pernah aku melihat orang setampan mereka’. Akhirnya kaum nabi Luth segera berdatangan mendatangi rumah nabi Luth.

Para ahli tafsir menyebutkan, ketika kaumnya memaksa untuk masuk, nabi Luth menahan pintu rumahnya untuk melindungi para tamunya. Saat itu nabi Luth terus menasehati dan melarang mereka dari balik pintu. “bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku terhadap tamuku ini” (QS. Huud:78). “itulah putri-putri (negri) ku, menikahlah dengan mereka jika kamu hendak berbuat” (QS. Al Hijr:71).

“sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putrid-putri mu, dan engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki” (QS. Huud:78), jawab kaum nabi Luth terhadap seruan yang disampaikan oleh Nabi mereka.

“wahai Luth! Sesungguhnya kami adalah para utusan Rabbmu, mereka tidak akan dapat mengganggumu” (QS. Huud:81). Para ahli tafsir menyebutkan, Jibril keluar menemui mereka lalu memukul mereka dengan kepakan sayapnya hingga mereka buta (QS. Al Qamar:37-38). Mereka akhirnya pulang dengan meraba-raba dinding, mereka mengancam para utusan Allah dengan mengatakan, ‘Lihat saja besok, apa yang akan kami lakukan padanya!’.

Para malaikat menghampiri nabi Luth lalu memerintahkannya untuk pergi bersama keluarganya pada akhir malam. “kecuali istrimu”, Allah menegaskan kepada nabi Luth untuk meninggalkan istrinya bersama dengan kaumnya. Hal ini dikarenakan istri nabi Luth tidak beriman dan mendukung perbuatan keji yang dilakukan oleh kaumnya.

“maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikan negri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Rabb mu..” (QS. Huud: 82-83).

Allah membalikkan negri mereka, bagian atas dijadikan bawah, lalu ditimpakan kepada mereka hujan bebatuan yang amat kuat secara bertubi-tubi, semuanya sudah diberi tanda, setiap batu sudah tertera nama orang yang akan ditimpa, baik yang ada di negri tersebut maupun yang tidak ada disana yang tengah berpergian dan merantau.

Allah mengubah Kota Sodom menjadi danau berbau menyengat, airnya tidak bisa dimanfaatkan. Seperti itu juga dengan kawasan-kawasan disekitarnya karena kerusakan dan kehinaan yang ada, agar menjadi pelajaran, contoh, nasihat dan sekaligus tanda kekuasaan, kebesaran dan keperkasaan Allah ‘azza wa jalla.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s