challenge · KisahParaNabi

#Kisah Para Nabi 9: Kisah Nabi Ibrahim as (3)

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

Dalam QS. Ali Imraan: 65-68, Allah mengingkari pernyataan para Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang masing-masing dari mereka mengklaim bahwa Ibrahim Al Khalil memeluk agama dan syariat mereka.

“..padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)?”, yaitu bagaimana mungkin Ibrahim memeluk agama Yahudi atau Nasrani sementara syariat yang diberlakukan untuk mereka terpaut rentang waktu yang sangat lama setelah nabi Ibrahim.

“apakah kamu tidak mengerti? Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan tidaklah termasuk orang-orang yang musyrik.” Allah ‘azza wa jalla membersihkan nama Ibrahim Al Khalil untuk disebut sebagai orang yahudi atau Nasrani. Allah dengan tegas mengatakan, bahwa Ibrahim adalah seorang Muslim, seorang yang lurus, yang tidak termasuk orang yang menyekutukan Nya.

Nabi Ibrahim adalah manusia kesayangan Allah, hal ini disampaikan Allah melalui firman Nya dalam QS. An Nisaa’:125. “..Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”.

Keistimewaan ini juga dimiliki oleh nabi kita, penutup para nabi dan pemimpin para Rasul. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menyampaikan, “wahai semuanya, andai aku menjadikan seorang kesayangan diantara seluruh penduduk bumi, niscaya aku jadikan Ibrahim sebagai seorang kesayangan, dan sahabat kalian ini –beliau sendiri maksudnya- adalah kekasih Allah.”

Dalam Alqur’an, Allah menyebut pujian terhadap Ibrahim disejumlah tempat. Menurut salahsatu sumber, pujian Allah untuk nabi Ibrahim disebutkan dalam 35 tempat, 15 diantaranya tertera dalam surat Al Baqarah. Ibrahim adalah salahsatu dari lima rasul ulul ‘azmi (QS. Al Ahzab:7).  Nabi Ibrahim adalah rasul ulul ‘azmi yang paling mulia setelah Rasulullah Muhammad saw.

Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim di langit ketujuh, ia tengah menyandarkan punggungnya di Baitul Ma’mur – yang menjadi ka’bah bagi para penghuni langit ketujuh-, dimana setiap harinya dimasuki 70.000 malaikat, mereka beribadah disana dan tidak pernah kembali lagi hingga hari kebangkitan nanti.

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, yang ditakrij oleh Imam Bukhori dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi Ibrahim adalah manusia pertama yang diberi pakaian kelak di padang mahsyar nanti. Saat semua manusia dikumpulkan dalam kondisi telanjang dan berkulup. Ini adalah salahsatu keutamaan yang dimiliki oleh nabi Ibrahim, sang Khalil. Keistimewaan yang membuat seluruh manusia dari golongan pertama hingga kemudian merasa iri.

Pujian atas nabi Ibrahim juga disampaikan oleh setiap muslim dalam bacaan tasyahud disetiap sholatnya. Imam Bukhori meriwayatkan, dari Ka’ab bin Ajrah, ia menuturkan, “kami bertanya, ‘wahai Rasulullah bacaan salam untukmu sudah kami ketahui, sementara bagaimana kami bershalawat untukmu?’ Beliau menjelaskan, ‘ucapkan, ‘ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia’.”

Beberapa sumber mengatakan, Ibrahim sakit dan meninggal pada usia 175 tahun, ada yang menyebutnya 190 tahun dan 200 tahun. Ibnu Hibban dalam riwaytanya mengatakan, Rasulullah bersabda, “Ibrahim dikhitan di Qadum pada usia 120 tahun dan setelah itu ia hidup selama 80 tahun.”

Muhammad bin Isma’il Al Hassani Al Wasitihi menyebutkan, “Ibrahim adalah orang pertama yang membelah sisiran rambut, orang pertama yang berkhitan, orang pertama yang menjamu tamu dan orang pertama yang beruban. Waallahu a’lam.

Finally, fftthh 😛

Kisah Nabi Ibrahim sampai dengan saat ini adalah kisah yang paling special setelah kisahnya Nabi Adam as, karena kisahnya puaaanjang, haha 😀

Teringat ust. Budi Ashari pernah menyampaikan,

Bahwa di dalam Al Qur’an, Allah memberikan gelar “Uswatun Hasanah” hanya kepada dua manusia pilihan. Yang pertama kepada Rasulullah saw, dan keduanya pada nabi Ibrahim al Khalil. Jadi mungkin ini yang menjadi sebab mengapa kisahnya nabi Ibrahim temasuk yang paling banyak dikisahkan didalam Al Qur’an, karena rasul ulul ‘azmi yang satu ini, ayah para nabi ini memiliki banyak keteladanan yang harus dicontoh oleh umat akhir zaman :). *sokteu~~ :p

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s