challenge · KisahParaNabi

#Kisah Para Nabi 1: Penciptaan Adam as dan Sumpah Iblis

Sebagian ulama berkata, “kisah adalah sebagian dari tentara Allah yang diturunkan ke bumi”. Dan bukankah lebih dari separuh ayat Al Qur’an diturunkan dalam bentuk kisah-kisah umat terdahulu?. Kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah dari Para Nabi sebelum hadirnya Rasulullah saw. Apa yang akan saya sampaikan disini hanya berupa ringkasan, tentunya karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal ini. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk menulis ringkasan ini adalah “Kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir. Selamat membaca 🙂

Mari kita bersama kembali ke masa awal, awal ketika Allah menciptakan manusia pertama di bumi. Sebuah awal yang akan menjelaskan kepada kita tentang apa rencana terbesar dari musuh ternyata yang diciptakan Allah SWT untuk manusia. Iblis laknatullah ‘alaih.

Pada mulanya iblis merupakan salah satu dari golongan malaikat yang bernama Jin. Namun iblis bukanlah malaikat, malaikat diciptakan Allah dari cahaya sedangkan iblis, Allah ciptakan dari api. Awalnya mereka (iblis) ditugaskan untuk menjaga surga. Mereka termasuk yang paling mulia dan paling banyak ilmu dan ibadahnya pada Allah.

Namun ada sesuatu di dalam hati iblis, sesuatu yang tidak benar. Sesuatu yang dengannya Allah kemudian mengujinya. Dengan ujian yang sama Allah pun ingin menguji Adam as, ujian untuk Adam as berarti juga ujian untuk kita, manusia keturunannya.

“Aku hendak menjadikan khalifah dimuka bumi”, kata Allah suatu hari dihadapan para malaikat. Dia menyampaikan keinginannya untuk menciptakan Adam dan menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi sebagai salah satu pujian terkait penciptaan Adam dan keturunannya.

Menurut salah satu pendapat, jin sudah ada 2.000 tahun sebelum Adam diciptakan, mereka saling menumpahkan darah dan berbuat kerusakan. Kemudian Allah mengutus sepasukan malaikat untuk menghalau mereka. Hal ini kemudian yang menggelisahkan para malaikat, sehingga mereka menjawab “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana?”

“sedang kami bertasbih dan memuji-Mu dan meyucikan nama Mu?”, malaikat menyampaikan kepada Allah, jika memang manusia diciptakan dengan maksud untuk beribadah kepada Allah, maka mereka (para malaikat) adalah makhluk yang senantiasa beribadah kepada Allah dan tiada pernah lelah untuk beribadah kepada Nya sepanjang waktu dan tiada seorang pun diantara mereka yang duhaka kepada Allah.

“Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, kata Allah menanggapi perkataan malaikat. Sungguh Allah yang Maha Mengetahui apa maslahat kuat dibalik penciptaan manusia yang tidak malaikat ketahui. Salah satu diantaranya, Allah akan ciptakan diantara manusia para Nabi, Rasul, shiddiqin dan syuhada.

Berdasar dari sabda Rasulullah saw, diceritakan bahwa Allah menciptakan Adam dari suatu genggaman tanah yang Ia ambil dari seluruh bumi. Dikisahkan pula ketika Allah mengutus Jibril ke bumi untuk mengambil sebagian tanah dari sana, lalu bumi mengatakan “Aku berlindung kepada Allah darimu jika kau menghina atau mencelaku.” Jibril kembali tanpa memungut sedikitpun. Jibril berkata,”Yaa Rabb, dia (bumi) berlindung kepada-Mu, akupun menjaganya.”

Allah kemudian mengutus Mikail, bumi kembali memohon perlindungan Allah darinya dan Mikail pun kembali dan mengatakan seperti yang dikatakan Jibril. Allah kemudian mengutus malaikat maut, kemudian  bumi kembali memohon perlindungan Allah dari nya, malaikat maut mengatakan, “Aku pun berlindung kepada Allah untuk kembali tanpa menunaikan perintah Nya.” Malaikat maut kemudian mengambil sebagian tanah dari permukaan bumi dan ia campur menjadi satu. Ia tidak hanya memungut dari satu tempat. Ia mengambil sebagian dari tanah putih, merah dan hitam. Dan ia pun mengambil tanah dari berbagai tekstur dan jenis tanah. Karena itulah anak keturunan Adam memiliki warna kulit dan watak yang berbeda-beda.

Malaikat maut kemudian membawa tanah-tanah tersebut naik, lalu tanah-tanah tersebut menjadi basah dan melekat satu sama lain. Allah kemudian menciptakan manusia dengan memberikan bentuk langsung dengan tangan Nya, kemudian mendiamkannya beberapa saat. Dalam hadist disebutkan bahwa Allah menciptakan Adam dengan panjang 60 hasta. Ia berupa jasad dari tanah. Para malaikat terkejut ketika melintas dihadapannya. Begitu juga dengan Iblis. Dan disinilah iblis mulai bertanya-tanya. Dan diwaktu yang bersamaan sesuatu yang berada didalam hatinya terus bertumbuh dan berkembang. Suatu perasaan cemburu. Mengapa? Apa yang istimewa dari sesuatu yang diciptakan dari tanah yang gelap dan kotor?, sedangkan dia dicipta dari api, sedangkan dia adalah salah satu dari makhluk Nya yang paling mulia, sedangkan dia adalah makhluk Nya yang paling taat dan paling banyak beribadah kepada Nya. Tidak ada yang lebih istimewa darinya, pikir Iblis. Aku lebih baik dari nya, ucap iblis.

Allah kemudian meniupkan ruh kepada Adam. Dalam hadist disebutkan ruh ditiupkan ke Adam pertama kali melalui kepalanya. Kemudian setelah Adam membuka matanya untuk pertama kali, Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama dari semua benda ciptaan Nya. Nama-nama benda yang tidak Allah ajarkan sebelumnya kepada malaikat.

Setelah itu, Allah kemudian memerintahkan semua malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam. Malaikat melaksanakannya, namun Iblis menolaknya. Alasan iblis menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam adalah, karena ia merasa bangga terhadap dirinya sendiri (sombong), yang pada akhirnya membawanya menjadi makhluk yang tidak beriman (kafir). Kafir sendiri memiliki arti menyembunyikan kebenaran. Dia mengetahui akan suatu kebenaran, namun dia menolaknya dan menyembunyikannya. “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk”, ucap Iblis ketika Allah menanyakan alasannya menolak perintah Nya. Aku lebih baik darinya, begitu pikir Iblis.

Bersebab penolakannya terhadap perintah Nya, Allah kemudian memerintahkannya untuk keluar dari surga. “aku bersumpah demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua.” Ucap iblis kemudian. Iblis lagi-lagi menunjukkan bahwa dia adalah makhluk yang mengetahui tentang kemuliaan Allah. “Pergilah!” kata Allah, “dan perdayakanlah siapa saja diantara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu, kerahkanlah pasukanmu, yang berkuda dan berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu berjanjilah kepada mereka,” lanjut Nya. “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka” ucap Iblis memantapkan sumpahnya.

 

©octaraisa

note: semoga bisa istiqomah upload #kisahparanabi every weekday :), as challenge for myself :)) cz Einsten said: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”. so, hope you all enjoy this story :))

#kisahparanabi juga bisa dilihat di http://octaraisa.tumblr.com/tagged/… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s