Harta Karun · Tak Berkategori

Cerita Anak Biologi

Lebah pekerja bermata panda dan bermata empat ya. Minus jadi nambah selama semester semester genting. Ga inget kalo jas lab yg dipake masih basah karena ga ada hari libur buat nyuci tp udah kuleuheu. Atau jas lab yang ketuker dengan kemeja sidang saking terburu burunya ngambil di lemari. Nangis nangis waktu tau jurnal praktikumnya ketinggalan di fotocopyan sebelah kampus dan entah kemana, atau tetiba jadi speechless waktu jurnalnya ketumpahan coffee padahal besok pagi jam 6.45 udah ditunggu di lab. takut ketemu asdos pas tau file laporan tertimpah garagara lupa klik ‘ctrl+s’ yg harusnya ‘saveas’. Kelupaan bawa tas laptop yg ketinggalan di warung nasi gegara mentingin bawa botol jam isi biakkan lalat Droshopila melanogaster.

Mata tetiba berasa kecolok mikroskop gegara tiap 1 jam sekali mengamati pertumbuhan sel alga yg jumlahnya ribuan, slalu standby depan inkubator buat ngbolakbalikkin telur ayam selma 21hari hingga bunyi citcitcit. Mogok makan daging dagingan setelah bedah masal serta taksonomi Buffo sp. Jadi sangat parno kalo uda keluar dari lab mikrobiologi, tetiba handsanitizer laku banget. Tapi anak biologi itu kuatnya bukan maen, dg perbandingan mahasiswa yg minim semua serba dilakukan sendiri oleh perempuan dari ngangkut inkubator ke lantai 3, sampai angkut kandang mencit pun sendirian dari depan kampus ke fakultas. Setrong bgt ya, intinya mereka ga maluan ^^♥

To be scientist

Source: http://ayvanilla.tumblr.com

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Hihi xD
Asli cekikikan sendiri baca tulisan di atas :))
Bacanya sambil angguk-anggukin kepala sendiri 🙂

 

Buffo sp dan uji kehamilan

Kalo si kaka ayvanilla diatas nyeritainnya tentang pembedahan Buffo sp, saya dan teman-teman sekelas pernahnya nyobain ngebedah temannya si Rana sp :), ihh emang apa bedanya kodok sama katak? Beda tahu. Trust me 😛

Ngomongin si Buffo sp, kita juga pernah menggunakan doi di praktikum untuk melakukan uji Galli Mainini [1]. Uji ini semacam test pack konvesional. Keren yah, bisa uji kehamilan lewat perantara katak :). Huwoo, :). Maha Besar Allah dengan seluruh kehebatan Ilmu-Nya :)). Dan setelah selesai praktikum uji Galli Mainini ini kita jadi keppo ke asisten, “sampel nya darimana?” Tanya kita *sambil ngelirik ibu sekertaris Dekan yang waktu itu sedang berbadan dua 😛

Bolpoint, Pensil dan Pensil Warna.

Kalau kamu punya hobi gambar dan mewarnai. Uhmm, berarti kita sama. Kita anak biologi juga terpaksa suka sama menggambar dan mewarnai. Salah satu senjata andalan yang kudu di bawa di praktikum-praktikum semester awal adalah pulpen, pensil+penghapus, penggaris dan pensil warna lengkap 12 warna 😀 *

Wah berarti jago gambar dan mewarnai dong?

Bisa jadi-bisa jadi..
Beberapa teman saya, kakak tingkat dan adik tingkat yang saya kenal ada banyak yang gambarnya bagus-bagus, namun juga ada beberapa orang yang *mungkin* lebih menyukai gambar abstrak sehingga hasil gambarnya pun seperti itu. Dan saya satu diantaranya 😛

Alhamdulillah-nya,

Ini bukan menjadi hambatan yang serius di semester-semester awal,

Karna kami memang lebih sering memenuhi buku gambar praktikum kami dengan gambar bullet-bulet. Sedangkan pensil warna untuk warna hijau dan merah akan terlihat paling pendek jika dibandingkan dengan kesepuluh teman warna yang lainnya.. :), warna hijau untuk mewarnai gambar sel tumbuhan dan warna merah untuk mewarnai gambar sel hewan.. 😀

 

Ngitungin rumput, ngukur luas daun dan menikahkan lalat

Perkenalkan namanya praktikum ekologi 🙂
Salah satu praktikum wajib yang sarat…. *duh, lupa mau nulis apa :P*

Praktikum ini paling sering ngajakin praktikan nya untuk nge-lab di laboratorium besar,

Laboratorium besar?, laboratorium alam yang tersedia di dalam kampus UNS (baca: kebon di GOR belakang kampus, danau FP dan halaman rumput deket Lab Pusat).

Mulai dari ngitungin jumlah rumput di GOR belakang kampus, nangkepin anakan ikan lele yang masih kecil-kecil, sampai tengah malam dan pagi-pagi buta datang ke GOR belakang kampus (cuma) untuk nyalain dan ngematiin lampu minyak yang kita taruh di atas ember berisi air di tengah semak-semak..

Amazing bangat kan? 😀

“anak biologi itu unik, cuma dengan ngukurin luas daun [2] aja udah bisa jadi bahan skripsi” perkataan salah satu dosen kami di kampus, yang intinya menyemangati bahwa kalo kita mau sedikit berusaha untuk mencari tahu, ada banyak kok topik-topik penelitian atau skripsi di sekitar kita.. :). So, never give up lah buat yang lagi galau nyari judul penelitian untuk skripsi 😛

Salah satu hal yang menarik ketika praktikum Genetika adalah ketika semua praktikkan menjadi pelaku atas perjodohan (paksa), saksi pernikahan nya Mr and Mrs. Droshopila melanogaster [3] sampai nungguin si Nyonya Droshopila melanogaster bertelur, menjadi uget uget dan bermetamorfosis menjadi Mr and Mrs. Droshopila melanogaster generasi selanjutnya. Hihi.. :D.

Ketika keliling ke tempat jualan jus dan kantin sambil bawa-bawa plastik. Bukan, bukan mau beli jus atau mau jajan, tapi mau nyari si doi, si Droshopila melanogaster. Btw, jangan ngebayangin lalat yang kita cari itu lalat hijau yang gede-gede itu, bukaaaann yaa.. mereka berbeda walaupun saudaraan 🙂

 

Satu laporan satu bolpen.

Salah satu laporan yang paling fenomenal diantara laporan-laporan paraktikum yang ada di jurusan biologi adalah laporan praktikum Ekologi, menurut saya. Fenomenalnya kayak gimana?

Uhmm semacam kita buat naskah skripsi tapi ditulis tangan di kertas A4 polos. Ada bab I sampai bab V nya, lengkap dengan lampiran-lampirannya. Dan semua di dokumentasikan dengan baik dengan tulisan tangan. Jangan tanyakan bagaimana keritingnya tangan? Cukup satu bolpen -yang hampir habis dipakai untuk membuat satu laporan- yang menjadi saksi akan keFENOMENALan laporan ekologi ini,. :))

 

Dari Belajar Sel sampai Belajar untuk Mengenal siapa Dia yang Maha Kuasa itu..

Kayaknya hampir semua anak-anak biologi suka dengan alam beserta makhluk-makhluk di dalamnya, tak hanya sebatas dengan sesama Homo sapiens [4] aja, mulai dari makhluk-makhluk besar yang tampak dengan mata telanjang sampai makhluk-makhluk mikro yang baru terlihat dengan bantuan mikroskop.

“Man ‘arofa nafsahu ‘arofa Robbahu”
Siapa yang mengenal dirinya maka Ia akan Mengenal Tuhannya.
(H.R Bukhari Muslim)

Allahu Akbar,

Yang kami pelajari memang hanya baru sebatas beberapa tumbuhan, beberapa hewan, beberapa makhluk mikro dan beberapa sel. Namun masyaaLlah, Allahu Akbar.. betapa sangat, amat Maha Kuasa Nya, Dia yang menciptakan dan mengatur setiap urusan dan memenuhi kebutuhan semua makhluk Ciptaan-Nya. Tak ada yang tertukar, tak ada yang terlupa dan tak ada yang kekurangan. Semuanya terberi dengan porsi yang pas. Allahu Akbar..

Mempelajari berbagai makhluk ciptaan-Nya seharusnya juga mampu membuat kita untuk belajar mengenal siapa diri kita dan belajar mengenal siapa Dia yang Maha Kuasa itu.. #NtMS

 

*******

 “kak, yang ini pohon apa ya namanya?”

“ta, daun bangun-bangun yang kayak gimana sih?”

“mba kalo kayak gitu hewan apa sih?”

“kan, kakak anak biologi..”

“lha kan anti biologi ukh,”

-______-”

 

Okeh saya memang anak biologi,
Tapi saya bukan pengelola kebun raya dan kebun binatang yang bisa langsung tahu itu nama tanaman apa dan nama hewan apa..

Okeh ga mesti pengelola kebun raya dan kebun binatang juga sih yang bisa tahu nama banyak spesies tanaman dan hewan. Nyatanya dosen-dosen kami di jurusan juga banyak yang bisa langsung nebak nama spesies hanya dari melihat bentuk daun nya misalnya, atau bentuk morfologi tanaman nya misalnya.. kyaa mereka memang te-o-pe bangat deh^^ (y).

Kesimpulannya jangan terlalu berharap banyak sama kita anak biologi, saya terutama. Untuk bisa menjawab semua kebingunganmu tentang nama tanaman dan nama hewan 😛

 

Octa Raisa
M0407017 🙂

 

catatan:

  1. Uji Kehamilan Galli Mainini. Uji ini berdasarkan padakenyataan pada umumnya wanita yang usia kehamilannya masih dini, bila air seninya ditaruh pada kloaka kodok jantan dapat mengekskresikan spermatozoa. Uji memilki reabilitascukup tinggi, namun mekanisme terjadinya ekskresi spermatozoa itu belum jelas diketahui. Anggapan umumnya adalah ekskresi tersebut disebabkan oleh hormone HCG.
  2. Metode Pengukuran Luas Daun berfungsi untuk mengukur laju fotosintesis, mengetahui kecepatan absorbsi, dan proses metabolism lainnya yang terjadi di daun. Indeks luas daun dapat digunakan untuk menggambarkan tentang kandungan total klorofil daun tiap individu tanaman.

  3. Drosophila melanogaster adalah jenis serangga bersayap yang masuk ke dalam ordo Diptera, (bangsa lalat). Spesies ini merupakan organisme model yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika, fisiologi, dan evolusi sejarah kehidupan. D. melanogaster populer karena sangat mudah berbiak (hanya memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikan seluruh daur kehidupannya), mudah pemeliharaannya, serta memiliki banyak variasi fenotipe yang relatif mudah diamati.

  4. Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s