Tak Berkategori · Uneguneg

Fenomena Song Triplets

12540653_10205635767442108_3629348832252084610_n

Fenomena Song Triplets – Daehan, Minguk, Manse – telah membuat banyak perempuan Indonesia, khususnya penikmat reality show “The Return of Superman”, mendambakan seorang suami seperti Song II Gook. Cara Il Gook mendidik ketiga anaknya dianggap oleh kebanyakan perempuan Indonesia sebagai metode parenting luar biasa yang dilakukan oleh seorang ayah. Namun, apakah bentukan Daehan, Minguk, dan Manse hanya dari seorang ayah? Ke mana peran ibu mereka?

***
Menurut pengamatan seorang psikologis anak di Korea, Son Suk Han, me-review salah satu episode di reality show tersebut. Di episode tanggal 11 Juni 2015, Song II Gook mengajarkan ketiga anaknya – Daehan, Minguk, dan Manse – untuk beretika baik ketika makan di meja dengan orang dewasa.

Son Suk Han menyatakan, pada episode ini, Song II Gook dengan nada bicara rendah dan langsung mencontohkan cara makan yang baik di meja dengan orang dewasa, meskipun ketiga anaknya tengah memainkan makanan yang tersaji. Dua metode yang dilakukan oleh Song II Gook: nada bicara rendah dan mencontohkan yang baik, yang menurut Son Suk Han adalah metode parenting khas Asia.

Masih dari penjelasan Son Suk Han dari review episode yang sama, hasil dari metode parenting khas Asia lainnya yang sukses diajarkan oleh Song II Gook kepada anak-anaknya adalah, membiarkan orang dewasa memulai makan makanannya terlebih dahulu. Terlebih, Daehan, Minguk, dan Manse mengerti hal tersebut.

Metode parenting khas Asia ini dijelaskan oleh Ruth Chao (University of California, Riverside) dan Vivian Tseng (California State University, Northridge). Mereka berdua menemukan tiga hal penting menjadi dasarparenting khas Asia. Tiga hal dasar tersebut adalah sejarah, agama, dan pandangan filosofi.

Terkait dengan penjelasan sebelumnya, Song II Gook berhasil menanamkan ketiga hal mendasar tersebut ke ketiga anak-anaknya. Terlihat dari penjelasan Son Suk Han di atas, bahwa Daehan, Minguk, dan Manse berhasil mengerti untuk mendahulukan orang dewasa ketika makan dan hal ini terkait dengan penjelasan dari Ruth dan Vivian bahwa mendahulukan orang dewasa adalah sejarah dan pandangan filosofi khas Asia.
Namun, Ruth dan Vivian juga menjelaskan, tiga hal mendasar tersebut tidak bisa hanya diajarkan melalui seorang Ayah. Perlu ada peran seorang ibu untuk mengajarkan tiga hal mendasar tersebut.

***
Namun, di reality show “The Return of Superman” hanya memperlihatkan sosok Song II Gook sebagai orangtua tunggal dari ketiga anaknya tersebut. Ibu dari Daehan, Minguk, Manse adalah Jung Seung Yeon. Jung Seung Yeon adalah wanita berprestasi, terbukti setelah lulus dari Seoul National University ia menjadi hakim di Pengadilan Negeri Busan. Ia juga mampu menguasai lebih dari 4 bahasa selain bahasa Korea, yakni bahasa Jepang, Perancis, Inggris, dan Mandarin.

Tidak munculnya Jung Seung Yeon dalam berbagai episode The Return of Superman adalah berkaitan dengan profesinya yang memang tidak boleh tampil dalam dunia hiburan. Oleh karena itu, ia bisa dibilang sangat jarang hadir menemani Daehan, Minguk, Manse ketika awal atau syuting berakhir, tidak seperti ibu dari anggota The Return of Superman lainnya yang memang kebanyakan dari kalangan entertainer.

Jung Seung Yeon merupakan sosok ibu rumah tangga yang disebut sebagai super mom. Kelucuan dari Daehan, Minguk, dan Manse tidak telepas dari didikan dan kecerdasan sang ibu. Hal ini terkait dari penjelasan Sarah Schoppe-Sullivan Professor of Human Sciences and Psychology, Ohio State University. Sarah menjelaskan peran seorang ibu adalah gatekeeper untuk anak-anaknya. Menurut Sarah peran gatekeeper untuk seorang ibu disebut dengan maternal gatekeeping.

Maternal gatekeeping ini adalah metode parenting yang mengutamakan peran seorang ayah untuk mendidik anak-anaknya. Akan tetapi, maternal gatekeeping bukan berarti menyerahkan keseluruhan tanggung jawab pendidikan anak ke seorang ayah. Peran ibu untuk mendidik tiga hal dasar parenting khas Asia (seperti yang sudah dijelaskan di atas) tetap wajib dilakukan.

***
Sarah dalam laporan jurnal penelitiannya, menilai seorang ibu yang dapat melakukan maternal gatekeeping adalah seorang wanita yang cerdas. Hal ini dikarenakan secara tidak langsung, wanita atau seorang ibu tersebut mendidik si ayah, dan anak-anaknya.
Sarah menyatakan, sederhananya maternal gatekeeping adalah metode parenting yang menitikberatkan pembelajaran di etika sopan santun, dan kebiasaan sehari-hari, tanpa melupakan tiga hal dasar (sejarah, agama, dan pandangan filosofi) tersebut.

***
Etika sopan santun, kebiasaan sehari-hari yang telah diajarkan oleh seorang ibu dan ayah menghasilkan kelucuan dari Daehan, Minguk, dan Manse. Pada reality show “The Return of Superman” diceritakan, Song II Gook selalu mendapat permintaan dari Jung Seung Yeon dalam mengasuh Daehan, Minguk, dan Manse sebelum syuting berlangsung.
Dalam berbagai kesempatan, Il Gook juga sering menyebut istrinya ketika melakukan sesuatu. Ia dengan tegas menyatakan bahwa berbagai pola asuh yang ia terapkan adalah hal yang dilakukan istrinya selama ini, ia hanya meniru. Hal ini ia sebutkan dalam episode-episode The Return of Superman.

Praktik tersebut yang dijelaskan oleh Sarah terkait dengan maternal gatekeeping, yakni baik si ayah dan anak-anaknya bekerja sama untuk mempelajari ‘permintaan’ dari sang ibu. Sarah menjelaskan hasil dari metodeparenting seperti maternal gatekeeping adalah anak-anak yang luar biasa. Terbukti hampir setiap orang, khususnya sebagian banyak perempuan Indonesia menyukai tingkah Daehan, Minguk, dan Manse.
Dari data dan penjelasan di atas, tidak hanya Song II Gook yang mendidik Daehan, Minguk, Manse. Ada peran Jung Seung Yeon yang juga ikut mendidik ketiga anaknya di luar jam reality show tersebut.

sumber: https://www.selasar.com/gaya-hidup/daehan-minguk-manse-ke-mana-ibu-mereka

=====

Waktu membaca artikel ini pertama kali, se-kilas-pun saya belum pernah melihat reality show The Return of Suparman. Walaupun sudah mengetahui cukup lama keberadaan si tiga fans dino tersebut, tapi tetap saja belum sedikitpun tertarik 😛

Taaappi,
Beberapa menit setelah membaca dan mencerna artikel diatas, langsung serta merta buka youtube dan mulai nyari video tentang song triplets. Awalnya sekedar ingin tahu dan membuktikan seberapa keren pola asuh si ayah, tapi beberapa kali lihat malah ketagihan -___-
hehe 😀,
they are really so cute 🙂

beberapa hal yang saya sukai dari hasil pola asuh keluarga Song Ilkook 🙂


=> pemakan segala (?) 😛
beberapa anak di usia mereka (3-4 tahun) biasanya adalah picky eater, memilih-milih makanan yang disuka dan hanya mau memakan apa yang mereka sukai atau mereka inginin untuk dimakan. Triplets tidak, *setidaknya dari beberapa video yang saya totonton* mereka selalu memakan dan menghabiskan apapun makanan yang disediakan oleh sang ayah 🙂.

Menyenangkan melihat anak seusia mereka makan dengan lahap berbagai sayuran dan buah, juga daging yang menjadi kesukaan mereka 🙂. Ada salah satu episode, dimana ayah dan triplets sedang berkunjung ke sebuah peternakan, dan mereka masing-masing diberikan sekeranjang kecil wortel. Then apa yang terjadi? Mereka secara reflex melahap abis isi keranjang mereka 🙂)

=> no many toys, no gadget,
“we usually don’t take toys out, we just take out the blocks and clean up right after we’re done. its not good to have many toys, so we go bike riding to the park, so I let them go to on the grass field in the middle”
jawaban si superb dad Ilkook ketika ditanya bagaimana rumahnya selalu bersih dan rapih walau memiliki 3 balita laki-laki, oleh beberapa ibu temannya triplets di day care..

🙂
Iyaap, entah karena tuntutan skenario atau memang sudah jadi kebiasaan di keluarga Song. Hampir kebanyakan video tentang triplets yang sudah saya tonton memperlihatkan bagaimana mereka banyak menghabiskan waktu untuk beraktifitas di luar apartemennya.
Dan jikapun mereka akan beraktifitas di dalam rumah, mereka benar-benar bermain dengan mainan yang ada disekitar. Mungkin karena udah rame bertiga juga kali yak, jadi ga butuh banyak mainan, karena lari-larian atau nyanyi nyanyi bertiga juga udah seru, hehe 🙂

no gadgets,
ini juga yang saya suka dari ayah ilkook !:)
dari semua video triplets yang sudah saya tonton, seriusan saya belum menemukan mereka mainan gadget. Sekali nya pernah melihat mereka menyentuh gadget, itupun semacam mp3 untuk memutar lagu anak-anak yang mereka sukai. Tidak berlama-lama dipegang, pencet-lagu nya keluar- tinggalkan untuk mulai bernyanyi dan menari 🙂)

=> lagu anak
Salah satu kekhasan dari triplets adalah kegemaran mereka bernyanyi dan menari, si Minguk (si cute triplets no 2) bahkan hampir selalu bernyanyi dan menari di setiap kesempatan 🙂. Dan koleksi lagu anak-anak yang mereka hafal pun sangat banyak..

Saya sukaa 🙂

Berbanding terbalik, jika melihat beberapa fenomena yang saya temui ketika sedang dijalan atau jika bersama dengan adik sepupu yang masih usia TK atau SD kelas 1, yang paling sering terdengar keluar dari mulut mungil mereka adalah lagu-lagu dewasa yang sedang hits saat itu, atau lagu-lagu backsound sinetron (yang juga sinetron dewasa -___-). Dan lebih ngenes-nya lagi, ibu nya sendiri yang secara sadar mengajarkan itu kepada mereka T__T

Terlepas dari beberapa hal yang sangat inspiratif dan penuh harta karun (?) yang bisa didapatkan dari ilkook’s parenting style, tetap ada beberapa catatan yang bagi saya, seorang muslim menjadi sebuah hal yang penting yang tidak saya temukan disini..

=> mengenalkan identitas nya sebagai hamba-Nya
Sedihnya, *mungkin jam terbang saya ngeppoin triplets belum terlalu tinggi, jadi banyak kurang tahu-nya :p) saya belum pernah melihat sekalipun si ayah keren Ilkook mengajarkan tentang nilai-nilai spritualitas kepada anak-anaknya, seperti berdoa atau melakukan ritual keagamaan sesuai kepercayaannya. Okeh saya melihat mereka merayakan Christmas, tapi yang saya lihat hanya sebuah perayaan dengan memakai baju bernuansa natal dan mengucapkan selamat natal. Just it.

Sangat disayangkan, karena penanaman nilai agama bagi saya adalah pondasi dasar sebelum mengajarkan nilai-nilai yang lainnya. Dan ini ber-impact, tidak hanya untuk masa depan anak-anak dan orangtua kelak di dunia, tapi juga di akhirat. And I believe that.

=> memakai tangan kiri untuk makan dan menerima atau memberi sesuatu ke orang lain.
Mungkin karena memang tradisi di Indonesia, dan sebagai muslim juga. Kadang suka risih sekali ketika sedang asyik-asyik nya melihat kekhidmatan triplets ketika sedang makan, menyadari salahsatu atau salahdua dari mereka makan dengan tangan kiri 😦. Dan si Ayah pun tidak mempermasalahkan hal ini. *mungkin karena beda kultur juga kali yah*

The Return of Superman adalah program yang menyiarkan bagaimana kehidupan anak bersama ayah mereka selama 48 jam penuh tanpa bantuan dari sang ibu (sang ibu sama sekali tidak boleh menemani).

Well, be a wise 🙂
selalulah ambil setiap hal yang baik meskipun hanya setitik debu, karna itu salah satu cara kita beriman kepada -Nya. Mencari Hikmah. Bahwa setiap yang Dia Kehendaki pasti tersebar banyak hikmah didalamnya. Temukan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s