Meracacacau · rumah · Tak Berkategori

Aku dan Raisa-ku

Kata bapak,
dulu kesepakatannya kalau yang lahir anak laki-laki yang akan memberikan namanya bapak. Sedangkan jika yang lahir anak perempuan, nama yang akan tersemat pada bayi perempuan itu adalah sepenuhnya usulan dari ibu.

Dan jadilah nama-ku,
Yang merupakan hasil pemikiran dan pemberian dari ibu-ku 🙂

–Raisa—

Dulu waktu kecil, saya bangga sekali punya nama ini. Alasannya sederhana, karena teman sekelas saya dari TK sampai kuliah pun tidak ada yang mempunyai nama yang sama. Saya senang :).

Tapi itu dulu, sebelum ada Raisa lainnya yang tetiba membuat ngehits nama raisa -___-
Iri?! Ga juga sih, haha. Kan yang punya nama duluan saya dibanding doi *ga penting :P*

 

Raisa Maximovna Titarenko,

Ada yang kenal? 🙂

Bagaimana dengan Raisa Gorbachev,
Sudah ingat, kira-kira siapakah raisa yang ini? 🙂

Iyap beliau adalah istri dari Mikhail Gorbachev,
Seorang politikus asal Uni Soviet yang dikemudian hari menjadi Presiden dari Negara tersebut, Negara yang juga merupakan salah satu raksasa dunia pasca Perang Dunia ke-II.

“She was independent, well educated and interested in many different cultural and social activities. Her prominence in the relationship was unusual for Soviet politics where wives usually stayed very much in the background”

itulah gambaran sosok salah satu first lady-nya Uni Soviet yang saya temukan di salah satu halaman  biography online. Seorang wanita yang cerdas, *well fyi, ibu Raisa ini bertemu dengan bapak Mikhail pertama kali di kampus. Yap mereka berasal dari satu almamater*.

Dikisahkan kecerdasan raisa kecil membuatnya selalu dapat menyelesaikan pendidikannya dengan nilai yang sangat baik, walaupun sedari kecil sering pindah dan berganti sekolah karena pekerjaan sang Ayah. Kecerdasannya juga yang menyebabkan dirinya mendapatkan sebuah penghargaan berupa mendali emas dan kelak yang membawanya bisa melanjutkan di Moscow State University tanpa ujian masuk *semacam PMDK kali yah kalo di INA*

Raisa Gorbachev juga dikenal dengan kepeduliannya terhadap perdamaian dunia yang tinggi dan bahkan sebuah Yayasan Internasional pernah menganugerahkan kepadanya Lady of The Year sebagai ‘the envoy of peace.

Terlepas dari paham komunis yang dianutnya dan suaminya, menurut saya Raisa Gorbachev adalah seorang “sahabat” yang baik untuk suami nya :).

“In an American television interview, Mikhail Gorbachev said that he discussed all important issues with his wife, Raisa, first.

See, suami nya si bapak Mikhail selalu mendiskusikan terkait hal-hal yang penting, pertama kalinya ke istrinya dulu sebelum mendiskusikannya dengan yang lain. What a inspiring woman?! 🙂

 

Eit,
Kenapa tiba-tiba cerita panjang lebar tentang Ibu Raisa Gorbachev? 🙂

Jadi ceritanya,
Beliau inilah yang kemudian menginspirasi ibu saya untuk menyematkan namanya sebagai nama tengah putri pertama nya 🙂

“ibu dulu suka sama Raisa Gorbachev, makanya namanya ibu ambil jadi nama kamu”

🙂

Mungkin harapan ibu saya dulu, bisa mencontoh beberapa hal inspiratif dari beliau.

Tidak bisa protes juga sih, kenapa dulu ibu ga lebih terinspirasi sama para ibunda kaum Mukminin atau para sahabiyyah, sehingga lintasan nama yang kelak akan jadi nama saya adalah nama-nama indah yang sudah jelas inspiratif-nya dunia akhirat (?) *ngarep :p*

But,
Tetap ada yang bisa di contoh dari beliau –dia yang namanya menjadi inspirasi ibu saya menamakan saya—

Cerdas, Peduli dan Sahabat yang baik bagi orang-orang tersayang 🙂

Aamiin,

Doakan selalu ya bu, semoga putrimu ini bisa selalu berproses untuk menjadi sebaik-baik apa yang ibu harapkan 🙂

 

—Octopus–

Tiba-tiba jadi keinget percakapan dengan salah satu teman tentang arti nama dulu waktu masih pakai rok panjang abu-abu,

“Nama lo kan mirip sama nama latin gurita tuh ta, octopus”

“teruss -___-“ *udah mulai perasaan ga enak (ya kali gua disamain sama gurita!)*

“yah mungkin orangtua lo mau lo jadi kayak octopus”

*what do you mean?!* ala-ala beiber 😛

“octopus kan punya tangan banyak, jadi maksudnya supaya lo jadi orang baik yang suka bantuin banyak orang :)”

🙂

di-aamiin-in juga deh 🙂
walau analogi yang sangat amat memaksa.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s