mentoring · Tarbiyah · Uneguneg

Menjaga Tumbuh Kembangmu :”)

“ragu nih ta..”
“masalahnya ini liqo perdana..”
“belom ada yang balas sms aku kecuali 2 orang yang mau izin”
“yang lainnya belum sms aku.. :(“
“ragu, jadi liqo perdana atau di cancel jadi pekan depan ajah”

“bismillaah aja chaa..
Kemaren aku juga gituh, yang bales sms ada 2 orang,
eh Cuma 1 orang yang datang,
yang lainnya ada 3 orang yang gak bales sms kuh tapi mereka datang.. :)”
*walau pake nunggu 1,5 jam sampe akhirnya kita mulai -_-‘ #dalemhati 😛

Hasil percakapan tengah malam tadi,
Ceritanya ingin menyemangati teman dan menenangkan kecemasan nya,
Padahal aslinya juga lagi berjuang keras menenangkan kecemasan diri sendiri.. >_<

..dan tau gak?

cemas ini datang gegara kalimat provokasi dari salah satu kakak ikhwan di group -_-‘

“klo ane, sisa 2 anak aja yang bisa, daripada gak efektif jadi di cancel”

Cemas,

Asli! Kayaknya perasaan ini yang hampir selalu menemani setiap menjelang waktu pertemuan dengan mereka.
Mungkin karena ini masih pertemuan-pertemuan-pertemuan awal (eh, ternyata udah 3 kali kita pertemuan lho, yeayhh!! *alay)

“..dakwah itu Cinta,
Dan Cinta akan meminta segalanya darimu,
Termasuk meminta kita untuk sabar diatas sabar..”

That’s the Point! >> Sabar di atas sabar..

Membina itu ibarat seperti sedang menanam tanaman,
Mulai dari menyiapkan benih nya, mempersiapkan media tumbuhnya dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan. Dan juga melindunginya, dari hal-hal yang dapat menghambat tumbuh kembang nya :”)

Ikhlas,
Telaten,
dan Khusnudzhon.

Itu tiga kunci utama dalam membina, kira-kira begitu kata si Ummi 😀

“Apa yang disampaikan dari hati, akan mudah juga terserap oleh hati”

Allah, Dia-lah satu-satunya Si Pemilik hak preogratif untuk membolak-balikan hati seluruh makhluk di dunia ini.

Maka tak heran,
Ketika kita sering kali mendengar kata ikhlas, ikhlas, ikhlas diucapkan oleh lisan para ustadz/ah kita.

Karena memang selain ikhlas, lewat cara bagaimana lagi kita bisa meminta pada-Nya untuk berkenan membolak-balikan hati ade2 binaan kita.. ke arah yang lebih baik dari sebelumnya..

Maka,
Bila suatu waktu kau rasa ada yang kurang greget dari yang kau sampaikan dari lisan mu atau merasa kurang feel dari apa yang kau contohkan dihadapan adik-adik mu misalnya,.
Mungkin kita perlu mengupgrade stok ikhlas dalam hati kita..
*selftalk!

Tarbiyah sendiri memiliki arti rabaa-yarbuu  yang artinya tumbuh dan berkembang, #cmiiw
Selayaknya merawat tanaman, membina manusia pun juga butuh ketelatenan.
Ibaratnya kita sedang ingin membuat taman dengan menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda. Masing-masing tanaman memiliki ke-khas-an nya sendiri, dan mereka masing-masing istimewa dengan ke-khas-an nya itu 🙂

Mungkin ada yang butuh ekstra perhatian dalam menghilangkan benalu yang melilit tubuhnya,
Mungkin juga ada yang butuh ketelitian dalam memilihkan pupuk yang pas untuknya,
Mungkin juga ada yang minta diberikan kadar air yang berbeda dalam penyiramannya,
Masing-masing bisa jadi memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain,

Rempong dong?
Lebih capek?
Gak gampang tau?
Butuh waktu yang gak sebentar?

Hehe, dan semuanya terjawab lewat the point yang diatas tuh :))

That’s the Point! >> Sabar di atas sabar..

Karena prosesnya memang tidak instan,
Karena yang dirawat bukan sekedar  makhluk biasa, yang dirawat adalah manusia. Makhluk Allah yang paling sempurna ciptaannya, makhluk Allah yang memiliki hati dan pikiran untuk memilih dan berkehendak.

Karena itu, siapkanlah sabar di atas sabar 🙂

Karena hanya dengan inilah, kamu bisa memiliki sebuah taman yang indah dengan beranekan tetumbuhan yang tumbuh dan berkembang dengan asri di dalamnya, kelak  🙂 *iya kelak!, btw, aku udah bilang kan klo ini butuh waktu yang ga sebentar 😀

Kelak,
Hasilnya memang tidak bisa langsung dipetik saat itu juga,
Sebulan, dua blan, tiga bulan ataupun bahkan dalam setahun pun belum tentu bisa langsung kita nikmati hasilnya..

Lamaaa yaa??

Emang!!, haha.. piss

Saya gak tahu lagi,
Apa ya yang bisa menjadi penyimpan energy disaat kita sedang futur?,
Atau apa yang lagi bisa dijadikan alasan untuk tetap bertahan?,
Selain prasangka baik terhadap nya dan Nya 🙂

Berkhusnudzhon sama Allah itu kudu, wajib hukumnya.

Percaya, kita percaya bahwa Dia selalu akan memberikan skenario pilihan-Nya yang terindah untuk setiap makhluk ciptaan-Nya, seperti scenario perjumpaan kita dengan adik-adik binaan kita salah satunya 🙂

Pun juga,
Adik2 binaan kita berhak mendapatkan prasangka baik dari kakak-kakak mentor nya 🙂
Mereka berhak mendapatkan kepercayaan kita, bahwa mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya..

Nothing its impossible bagi Nya,

Dan ingat hak preogratif itu hanya milik Nya!

Kita, lagi-lagi hanya manusia yang tidak bisa menebak dan menentukan bagaimana keadaan iman seseorang esok hari. Jangankan keadaan iman orang lain, keadaan iman diri sendiri aja juga gak tahu kan, gimana kabarnya besok atau lusa? Itulah sebab mengapa kita diajarkan doa yang indah itu..:

“yaa muqalibal quluub tsabit qalbi ‘ala dinik”

Pun juga dengan keadaan iman adik-adik kita kelak,
Who knows, jika 2,3 atau 5 tahun lagi mereka dalam keadaan iman yang kondisinya lebih baik dari kondisi iman mu pada saat itu.. 🙂

Dan, itulah harapan akhir kita bersama..

Menjadikan mereka tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, lebih baik dari yang bisa kita kira..

InsyaaLlah, aamiin..

#spesial untuk kamu, 🙂
Iyaa kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu dan kamu 🙂

*semoga suatu saat kita bisa melingkar lengkap bersepuluh ya adiik, jika bukan di sini, insyaaLlah di surga-Nya nanti kita bisa melingkar lagii.. aamiin..aamiin..aamiin

Dari yang sedang belajar dan insyaaLlah terus belajar untuk mencintaimu karena-Nya :”))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s