Dear · Ukhuwwah

nananana~~

 

|ini cerita tentang ku dan nya|

huumm,
yang ku tahu aku sudah mengenalmu cukup lama,
mungkin selama usia ku menyandang status sebagai mahasiswa di kampus biru telur asin itu 🙂

yap!
aku mengenalmu sejak masih semester satu,
sebaliknya mungkin kau belum terlalu tahu aku atau mengenalku,
aku memang terlalu sangat biasa untuk terlihat lebih dibanding yang lain :p
tak apa, yang penting aku mengenalmu 🙂

hey, memang siapa yang tak mengenal dirimu :p
kau begitu terlihat istimewa,
nyatanya kau memang istimewa,
bagiku :”).

satu tahun setengah,
di penghujung masa ku dan masa mu menyandang status sebagai mahasiswa,
kita mulai dekat!,
sangat dekat bahkan! 🙂

menghabiskan banyak waktu sibuk dan senggang bersama,
menyusuri tiap belokan gang, tiap jalan, atau bahkan tiap warung makan bersama 😀

ah iya, aku juga ingat!
kita juga pernah menyusuri salah satu pusat perbelanjaan di kota itu,
di siang itu, kita jalan bersama bertiga dengan seorang adik 🙂
saat itu aku lebih banyak diam dan hanya mengekor kalian,
yang tengah tersibuki dari mengunjungi lapak satu ke lapak yang lainnya,
dan ku tahu kegelisahan mu karena merasa bersalah, telah mengajak orang yang kurang tepat: aku.

Hehe, never mind sis 🙂

aku selalu suka jalan jalan, diam ku berarti sedang menikmati 🙂
menikmati dan memperhatikan bagaimana memilih kain yang bagus, dan bagaimana cara menawar yang baik dan tepat 😛
dan kupastikan kau salah satu guru terbaikku dalam hal ini :), he 😀

aaaaagghhhh,

kembali mengingat masa masa itu membuatku semakin gila! -_-
tiba tiba senyum senyum sendiri atau tiba tiba ngerasa terharu sendiri -_-

sekarang,
semenjak malam itu,
malam dimana ku temukan dua buah private messagge dari mu 🙂

*tersenyum* >> saat ku baca pesan pertama mu,
sebuah kalimat salam dan pertanyaan tentang kabar 🙂

*tersenyum lebar* + *berbisik “akhirnya :)”* + *mengucap doa dalam hati “baarakallah”*>> sebelum jari jari ku membalas pesan kedua yang ku terima 🙂

senyumku tak henti hentinya melebar ketika ku baca lagi rangkaian kata itu, ‘kamu aku kabari lebih awal ta :)’

aaiiih,
terimaksih sudah membuatku merasa teristimewa 🙂

finally,
aku speechless,
dan hanya mampu berbisik “aku- -nananana- -padamu, saudariku” ({})

 

PS: – -nananana- – bisa diartikan sayang, kangen, pengen ketemu, pengen meluk 🙂
#initulisangajetentangkerinduanseseorangpadasaudarinya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s