Dear · Harta Karun

Mereka terpilih bukan karena dipilih, tetapi mereka terpilih karena mereka memilih

Tidak ada yang gratis di dunia ini. Karena selalu ada harga yang harus kita bayar manakala hendak mewujudkan setiap keinginan, sehingga sudah sepantasnya sebuah kemenangan dibayar dengan perjuangan. Sudah seharusnya keberhasilan ditebus dengan pengorbanan. Dan sudah semestinya kesuksesan ditempuh dengan keteguhan.

Betapa tidak, selalu akan ada rintangan berat manakala kita menjalaninya. Namun, itu semua sebenarnya mengukur sejauh mana kesungguhan kita dalam mewujudkan keinginan tersebut. Mundur atau tetap maju adalah pilihan yang harus kita tempuh demi menuju mimpi-mimpi itu.

Begitu pula dengan dakwah ini. Allah telah memberikan pilihan kepada kita, apakah ikut menjadi pelaku sejarah kemenangan, atau duduk terdiam menanti kematian. Hingga akhirnya Allah pun memilih mereka, yang sebelumnya telah memutuskan untuk tetap menjadi orang-orang yang terpilih.

Sama halnya seperti seorang guru yang menyajikan sebuah soal di papan tulis. Lalu kepada para muridnya, ia menanyakan siapa saja di antara mereka yang dapat menjawab soal itu. Kemudian pada akhirnya, guru tersebut akan menunjuk mereka yang mengacungkan tangan, bukan mereka yang diam. Guru tersebut memilih mereka karena acungan tangan mereka adalah bukti bahwa mereka siap untuk dipilih.

Mereka terpilih bukan karena dipilih, tetapi mereka terpilih karena mereka memilih. Memilih dirinya agar selalu terpilih. Karena dakwah adalah pilihan bagi orang-orang yang cinta dengan Rabb-nya. Dakwah adalah pilihan bagi orang-orang yang menginginkan Surga. Dakwah adalah pilihan bagi orang-orang yang terpilih, sehingga hanya mereka yang teguh serta kuatlah yang dapat bertahan hingga titik akhir perjuangan. Tidak ada tempat bagi orang-orang lemah, penakut, apalagi peragu.

Bagaimanapun, Surga itu tidaklah murah. Imbalan besar yang Allah siapkan itu baru akan kita raih setelah membayarnya dengan harga yang pantas. Maka bukan lagi menjadi masalah jika nantinya kita menemukan kekurangan pada organisasi dakwah, rekan yang kurang setia, atau pun masalah-masalah lainnya. Semua menjadi kurang penting manakala kita telah menjadikan Allah sebagi tujuan kita. Jika seandainya mereka semua memilih untuk lemah dan tersisih, maka itu tidak akan memengaruhi kondisi kita. Justru sebaliknya, kita memilih untuk tetap kuat dan bertahan, agar kemudian dapat memengaruhi kondisi mereka.

Menjadi tangguh bukan hanya tentang bisa atau tidak, melainkan mau atau tidak. Betapa indah apa yang ditulis Muhammad Nursani dalam buku Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga, “Sebab penderitaan terbesar adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur oleh keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal, kesal hati, murung wajah, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan air mata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.”

Sekali lagi, ini soal pilihan. Bukankah yang pilihan itu memang sedikit? Bukankah yang juara itu memang segelintir orang saja? Lantas, buat apa kita berlemah dan bersedih? Banggalah karena telah menjadi yang sedikit itu..:)

 

taken from : http://bukanorangsuci.co.cc

 

and the last..
..for my beloved sister..:-)

“.. TEGARLAH SANG PEMIMPI, INILAH AKHIR UNTUK AWAL YANG INDAH..”

..yakinlah, tak ada beban tanpa pundak..:)

Allah memberikan amanah kpd kita, karena tsiqoh bahwa kita mampu menjalaninya..
pun ketika kita belum mampu, Allah akan memampukan kita melalui banyak cara dan perantara..:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s